Keuangan Dibekukan, Direktur Utama PT CNE : Kami Sudah Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban di RUPS Tahunan

oleh -
Direktur Utama PT CNE, Muhammad SL Anto saat wawancara bersama wartawan selepas RPD bersama anggota DPRD Kota Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu sebagai pemegang saham mayoritas PT Citra Nuansa Elok (CNE) pengelola Mall Tatura di Masomba, telah membekukan seluruh aktivitas keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.

Sejak timbulnya permasalahan ini ke permukaan masyarakat, belum ada penyampaian Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid mengenai alasan dibekukannya keuangan PT CNE.

Menurut pihak PT CNE, Pemkot Palu memiliki sebesar 98,7 persen saham di Mall Tatura Palu, sehingga Mall Tatura Palu merupakan salah satu aset Pemkot Palu.

Direktur Utama PT Citra Nuansa Elok (CNE), Muhammad Sandiri mengaku, pihaknya telah memberikan laporan pertanggungjawaban kinerja dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) setiap tahun.

“Saya mau menjelaskan seperti apa pembekuan ini, karena secara aturan kami di PT CNE sudah melakukan laporan pertanggungjawaban kinerja pada RUPS tahunan termasuk keuangan pada 29 Juni 2021 dan itu sudah diterima dan sudah menjadi lembaran negara terdaftar di Kemenkumham,” ucap Memet sapaan akrab Dirut PT CNE, selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama anggota DPRD Kota Palu di ruang rapat utama, Kamis (2/9/2021).

Memet memberikan apresiasi kepada Pemkot Palu yang telah melakukan pembekuan keungan PT CNE.

“Jadi kita mau bicara apa dengan pembekuan ini, kita apa yang telah dilakukan pemegang saham dalam hal ini Pemkot kita apresiasi,”ujarnya.

Dalam RUPS pada 19 Agustus 2021 dikeluarkan keputusan pembekuan sementara keuangan PT CNE.

Selaku bagian dari Direksi PT CNE, Memet mengatakan, pihaknya telah menjalankan tugas itu dan tidak ditemukan masalah dalam pemeriksaan.

“Apa yang dilakukan pada  tanggal 19 Agustus 2021 itu adalah RUPS luar biasa yang kemudian memutuskan untuk pembekuan sementara keuangan PT CNE. Dan kami selaku direksi menjalankan itu dan saya kira tidak ada masalah ketika kita ini diperiksa,”sebutnya.

Menurut Memet, dengan adanya pelaksanaan RDP bersama anggota DPRD Kota Palu, dapat memberikan jawaban kepada masyarakat terkait pembekuan keuangan PT CNE.

“Ini juga untuk menjawab apa yang terjadi di masyarakat terutama di warung kopi ini kalau kita tidak dengar pendapat dengan DPR hari ini. Ini akan semakin blunder,”terangnya.

Sebelumnya, pada RUPS 19 Agustus 2021 yang mengundang para Direksi. Kata Memet, sesuai keterangan yang tercantum dalam undangan itu untuk memaparkan terkait laporan pertanggungjawaban kinerja tahunan. Akan tetapi, menurut Memet, Wali Kota Palu langsung membekukan keuangan PT CNE.

Selain, itu juga PT CNE akan di audit oleh Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan Dearah (BPKD).

“Agenda RUPS kita sesuai undangan itu adalah evaluasi kinerja, tetapi kita tidak ada kesempatan untuk memaparkan terkait kinerja itu.  Kemudian pemegang saham terbesar ketika memimpin sidang, langsung saja melakukan pembekuan saham dan audit eksternal yang dilakukan oleh Inspektorat dan BPK,”jelasnya.

“Kami sebagai Direksi menghargai dan menghormati Pak Wali Kota sebagai Wali Kota kita yang harus kita jaga martabatnya,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.