Ketum KONI Sulteng Harap Cabor Andalan Raih Medali Emas di PON XX Papua

oleh -
Ketum KONI Sulteg, Anwar Ponulele saat berbincang dengan Wagub Sulteng Rusli Baco Dg Palabbi diselah–selah pembukaan Rapat Kerja KONI Sulteng, Jumat (13/03/2020). FOTO: MOH NURFIANSYAH

PALU,SULTENGNEWS.COM – Ketua Umum (Ketum) Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Ponulele berharap, Cabang Olahraga (Cabor) andalan bisa meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX di Provinsi Papua Oktober 2020 mendatang.

Hal itu ia kemukakan kepada sejumlah media usia pembukaan Rapat Kerja Anggota Provinsi (Rakerprov) KONI Sulteng di Palu Golden Hotel, Jumat (13/03/2020).

“Yah kita berharap agar delapan Cabor andalan dapat meraih medali emas di PON Papua, seperti cabor sepak takraw, balap sepeda, atletic dan beberapa cabor dari beladiri lainnya. Minimal lima medali emas kita targetkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, KONI Sulteng sebagai penanggung jawab atlet yang akan berangkat ke PON Papua sangat siap sekali.

“KONI Sulteng sangat siap sekali untuk memberangkatkan atelt ke PON Papua dengan jumlah atlet usai pra kualifikasi PON kurang lebih 94 atlet dari 22 cabor yang lolos pra kualifikasi,” tuturnya.

Dia menerangkan, KONI Sulteng mengajukan sebanyak 14 Milliyar untuk keberangkatan atlet juga melaksanakan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda).

“Untuk menghadapi PON di Provinsi Papua, KONI Sulteng mengajukan sebanyak 14 Milliar ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng, untuk dana keberangkatan atlet, melengkapi semua peralatan dan juga digunakan untuk melaksanakan Pelatda, karena harus diketahui biaya keberangkatan Pulang Pergi (PP) ke Papua untuk perorang membutuhkan sebanyak 8 juta ditambah lagi biaya pelatih sebanyak 22 orang,” terangnya.

KONI juga memprogramkan dua bulan sebelum keberangkatan ke PON agar menjaga stamina atlet.

“Jadi dana 14 Milliar itu, selain biaya keberangkatan, biaya peralatan dan biaya Pelatda, juga biaya menjaga stamina atlet selama dua bulan sebelum keberangkatan. Kami programkan itu sebelum keberangkatan ke Papua ada namanya menjaga stamina atlet selama dua bulan,” tutupnya. MAT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *