Ketua Umum PB Alkhairaat: Hanya MAL Online yang Diakui Perhimpunan Alkhairaat

oleh -
Ketua Utama Alkhairaat Habib Sagaf Bin Salim Aljufri bersama Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Ali Bin Muhammad Aljufri. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Habib Ali bin Muhammad Aljufri, mengaku prihatin dengan hadirnya beberapa media, khususnya media online yang memakai nama Perguruan Alkhairaat.

Oleh beberapa kalangan publik, media-media online tersebut terkesan bernaung dalam perhimpunan Alkhairaat.

Habib prihatin, dengan hadirnya media tersebut, maka publik akan menganggapnya sebagai bagian dari perhimpunan Alkhairaat dan menjadi corong informasi dari Alkhairaat sendiri.

Jumat (18/09/2020) malam, Habib Ali bersama jajaran Pengurus Besar Alkhairaat lainnya telah melakukan pertemuan guna membahas beberapa hal, termasuk persoalan beredarnya media-media online yang mengatasnamakan Alkhairaat.

“Malam ini kami sudah melakukan pertemuan untuk membicarakan beberapa hal, salah satunya adalah persoalan ini (media online),” tutur Habib.

Habib menegaskan, satu-satunya media online yang diakui dan berada langsung di bawah naungan Perhimpunan Alkhairaat adalah Media Alkhairaat (MAL) Online (media.alkhairaat.id).

“Sementara untuk radio adalah Radio Alkhairaat atau yang lebih dikenal dengan RAL,” ungkapnya.

Habib menjelaskan, MAL Online adalah bagian dari perhimpunan Alkhairaat yang dulunya adalah media cetak (Media Alkhairaat). Karena beberapa hal, maka beralih ke portal online.

“Jadi manajemen di dalam masih sama dengan media cetak yang dulu. Redaksi dan wartawan-wartawannya juga masih sama,” tuturnya.

Hanya saja, kata dia, ada perubahan badan hukum dari PT Media Alkhairaat Palu menjadi PT Media Alkhairaat Online.

“Tapi orang-orang yang ada di dalam masih tetap sama,” tegasnya.

Ia berharap, public bisa memahami kondisi ini. Jika ada hal-hal yang diberitakan oleh media online yang mengatasnamakan Alkhairaat (selain MAL Online) dan tidak sesuai, maka itu di luar tanggung jawab perhimpunan Alkhairaat.

“Alkhairaat tidak bertanggung jawab dengan pemberitaan yang dilakukan oleh media selain MAL Online. Karena sekali lagi, satu-satunya media online yang ada di bawah naungan dan diakui oleh perhimpunan Alkhairaat adalah MAL Online,” kata Habib Ali menegaskan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *