Ketua Ombudsman : Calon Walikota dan Gubernur Harus Alumni 7,4 Skala Richter

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.com – Ketua Ombudsman Sulawesi Tengah (Sulteng), Sofyan Farid Lembah menyampaikan bahwa siapa pun calon Gubernur Sulteng atau calon Walikota Palu pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentah tahun 2020 mendatang, haruslah alumni 7,4 Skala Richter atau saat terjadi gempa 28 September 2018 dia berada di Palu.

“Untuk menjadi Gubernur dan Walikota, jelas syaratnya dia adalah alumni 289 (Tanggal 28, Bulan 9 ). Artinya dia saat bencana lalu berada di TKP dan merasakan bagaimana dahsyatnya bencana. Artinya dia seorang penyintas atau survivor,” ujar Sofyan Farid Lemba dalam sebuah diskusi di grup WhatsApp (WA), Kamis (4/7/2019).



Dikatakan, hal itu penting agar dia benar – benar merasakan langsung penderitaan yang dialami masyarakat yang dipimpinnya, serta menyadari betul bahwa pada hakekatnya dia juga seorang hamba yang diberi kesempatan untuk hidup setelah bencana, sehingga mempunyai kepedulian dan chemistry pada wilayah tempat dia menjalani kehidupannya kembali.

Selain itu, calon Gubernur dan calon Walikota juga harus punya konsep yang jelas lewat perencanaan yang matang dan bisa membawa daerah ini melangkah ke depan.

“Dia harus visioner dengan program yang membumi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang hendak dia pimpin, termasuk seperti apa kota dan provinsi yang ingin dia capai bersama,” katanya.

Sebagai orang yang berasal dari daerah Tawaeli, Sofyan Farid Lembah juga sangat berharap ada orang Tawaeli yang maju sebagai calon Walikota pada Pilwakot 2020 mendatang.

“Kita tentu berharap, ada orang Tawaeli juga yang maju pada Pilwakot tahun 2020 mendatang,” harapnya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *