Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Hadiri Sosialisasi Penguatan Nilai – Nilai Kebangsaan Dalam Menangkal Radikalisme

oleh -
Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Hj. Dra. Sri Indrianingsi Lalusu saat menghadiri sosialisasi penguatan nilai – nilai kebangsaan dalam rangka mencegah faham radikalisme di Sulteng yang diselenggarakan Korem 132/Tadulako di Markas Korem, Kamis (4/11/2021). FOTO : HUMPRO DPRD SULTENG

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Komisi I DPRD Sulteng, Hj. Dra. Sri Indrianingsi Lalusu menghadiri sosialisasi penguatan nilai – nilai kebangsaan dalam rangka mencegah faham radikalisme di Sulteng yang diselenggarakan Korem 132/Tadulako di Markas Korem, Kamis (4/11/2021).

Kegiatan ini, dihadiri Direktur Pengarahan Komponen Pertahanan Setjen Kemhan Brigjend Tandyo Budi R.S.Sos, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng Prof. Dr. H. Zainal Abidin, M.Ag. Kasubdit Hannirmil, Para Kasi Korem 132/Tadulako, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Beberapa Perwakilan dari Resimen Mahasiswa.

Dalam kesempatan ini, Brigjen Tandyo Budi R.S.Sos menyampaikan bahwa saat ini seluruh pendiri negara menyadari bahwa keberadaan masyarakat yang majemuk merupakan kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia yang harus diakui, diterima, dihormati dan dijaga serta diikat oleh suatu identitas.

Oleh Karena itu, para pendiri bangsa ini telah mewujudkan konsepsi kebangsaan dan kenegaraan yang berkaitan dengan dasar negara yaitu Pancasila dan UUD 1945.

Semua itu, telah terbingkai dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia dan bersemboyangkan Bhinneka Tunggal Ika.

“Begitu pentingnya nilai-nilai kebangsaan ini bagi kita semua, karena itu merupakan bentuk pengokohan eksistensi sebagai bangsa dan negara yang kuat, bersatu, berdaya saing, serta demi terjaganya nilai-nilai sejarah dan kecintaan terhadap tanah air,” ujar Brigjen Tandyo Budi R.

Dia menyampaikan, saat ini masyarakat di dunia khususnya masyarakat Indonesia senantiasa dihantui adanya faham-faham radikalisme dan juga aksi – aksi terorisme yang itu semua dapat mengancam stabilitas negara. Sebab, faham – faham radikalisme dan juga terorisme mencerminkan sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar terhadap hal – hal yang dianggap fundamental oleh seseorang atau sekelompok yang berfaham radikalisme.

“Sehingga sikap ekstrim tersebut, seringkali mereka implementasikan  melalui tindakan – tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap bangsa dan negara,” kata Brigjen Tandyo Budi R.

Jenderal TNI satu bintang ini menekankan bahwa sikap atau faham radikalisme dan juga terorisme hendaknya jangan dikaitkan dengan satu agama tertentu saja, tetapi itu semua bisa terjadi pada semua agama atau golongan, sehingga tidak cenderung memberikan stigma yang negatif terhadap agama tertentu.

Brigjen Tandyo Budi R menegaskan, dalam rangka pemberantasan faham radikalisme dan juga terorisme, bukan semata – mata tugas dari aparat keamanan saja, tetapi merupakan tugas bersama komponen bangsa.

“Peran aktif dari seluruh masyarakat dan juga paran tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat sangat diharapkan. Itu semua sangat membantu tugasb – tugas aparat keamanan, terutama dalam melakukan pendeteksian dini dan pencegahan dini guna mewaspadai munculnya gerakan – gerakan atau faham – faham radikalisme dan juga terorisme,” tutup Brigjen Tandyo Budi R.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Sulteng Hj. Dra. Sri Indraningsih Lalusu, MBA yang diberikan kesempatan menyampaikan sambutan mengatakan, kegiatan sosialisasi nilai – nilai kebangsaan sangatlah bagus. Apalagi tema yang diangkat sangat sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi di Sulteng.

“Sulteng kini menjadi perhatian kita, salah satunya masalah terorisme yang ada di Kabupaten Poso dan sekitarnya. Semoga sosialisasi seperti ini, dapat juga dilakukan oleh DPRD Sulteng dengan melibatkan 13 Kabupaten kota yang ada di Provinsi Sulteng,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam kesempatan ini juga, Sri Indrianingsih Lalusu menyampaikan sangat mengapresiasi operasi Madago Raya yang begitu bersemangat dalam menuntaskan terorisme yang ada di Kabupaten Poso.

“Kami di DPRD Provinsi Sulteng, siap membantu dari segi anggaran demi kelancaran dalam melakukan oprasi. Kami juga saat ini, sedang menggagas Rancangan Peraturan Daerah (Raerda) terkait penanganan dan pengawasan korban teroris yang ada di Provinsi Sulteng,” tutupnya. FUL/*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.