Ketua Fraksi NasDem Tanggapi PHK Empat Dokter Umum di RS Raja Tombolotutu

oleh -
Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulteng, Ibrahim A. Hafid. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulteng, Ibrahim A. Hafid menanggapi adanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap empat dokter umum di Rumah Sakit Raja Tombolotutu.

“Sebaiknya RS Raja Tombolotutu dilakukan audit oleh lembaga auditor independen, tekait keuangan dan manajemen rumah sakit,” kata Ibrahim A. Hafid kepada sultengnews.com belum lama ini.

Menurutnya, audit independen itu perlu dilakukan agar berimbang dan dapat diketahui posisi keuangan rumah sakit, sehingga harus melakukan PHK kepada dokter yang bertugas.

Anggota DPRD Sulteng Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Parigi Moutong itu menyatakan, bisa saja bukan hanya rumah sakit di Tinombo, tapi juga rumah sakit yang lain di Kabupaten Parigi Moutong.

“Menurut saya, ini problem soal keuangan sebelum Covid-19. Karena sebelumnya juga sudah ada masalah soal tenaga kerja disana,” terangnya.

“Jasa medis dokter kan tidak dibayarkan, mungkin kalau honor bisa terbayarkan,” sambung Ibrahim.

Ibrahim menegaskan, rumah sakit ada pendapatan, lalu kenapa jasa medis tidak bisa dibayarkan, baik dokter maupun perawat.

“Saya pernah bicara dengan perawat RS Raja Tombolotutu, banyak masalah yang terjadi. Bahkan ada juga yang ingin mengundurkan diri,” tegasnya.

Lebih lanjut Ibrahim mengatakan, sebaiknya pemerintah daerah bersikap disituasi seperti ini, jangan dibiarkan rumah sakit hanya seperti itu.

“Sedangkan ada tenaga medis empat orang tersebut masih kurang, apalagi ini dikurangi lagi,” ujarnya.

Ibrahim mengungkapkan, jangan sampai status rumah sakit itu akan menurun, bermerek rumah sakit tapi layanan puskesmas.

“Sangat disayangkan adanya PHK terhadap empat orang dokter itu, terlebih lagi ditengah pandemi virus corona,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *