Ketua Forum Panti Asuhan Kota Palu, Akui Belum Terima Bantuan Dinas Sosial

oleh -
Ketua Forum Panti Asuhan Se-Kota Palu, Bahar, S.Sos. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Forum Panti Asuhan Se-Kota Palu sekaligus pemilik panti asuhan Baitul Rahim, yang beralamat di sekitar jalan Purnawirawan, kelurahan Tatura Utara, kota Palu, akui kalau memang kebenarannya dari Dinas Sosial Kota Palu maupun dari Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, tidak tergerak hatinya untuk membantu anak-anak panti asuhan, fakir miskin, yang tinggal di panti-panti asuhan, termasuk di panti asuhan Baitul Rahim.

Ketua Forum Panti Asuhan se-kota Palu sekaligus pemilik panti asuhan Baitul Rahim, Bahar, S.Sos, menerangkan, sebanyak 40 panti asuhan yang terdata di kota Palu, satu yang menjadi permasalahan utama yang dialami oleh panti-panti asuhan di kota Palu, yakni tidak hadirnya Dinas Sosial Kota Palu dan Dinas Sosial provinsi Sulawesi Tengah secara teknis, dalam memberikan bantuan makanan kepada anak-anak fakir miskin yang mestinya dipelihara oleh Negara (pemerintah), sesuai dengan amanat undang-undang.

Hal ini lanjut dia, masih berdirinya dan kokohnya lembaga panti asuhan yang menaungi anak-anak fakir miskin, anak-anak terlantar, yang mestinya diperlihara oleh pemerintah, bisa bertahan dalam masa sulit saat ini, karena tidak lain adanya donatur dari perorangan yang peduli terhadap keberlangsungan anak-anak di panti asuhan.

“Bahwa selama ini sebelum gempa (bencana alam 28 September 2018) kemarin, sampai dengan sekarang, belum pernah dari dinas sosial kota maupun Dinas Sosial provinsi datang dan beri bantuan. Hanya selain yang bantu swadaya atau uluran tangan dari orang perorangan yang punya kelebihan dan berkunjung ke panti asuhan,” kata Bahar kepada SultengNews.com, Kamis (24/2/2022) malam.

Kemudian, dia tegaskan, selaku mewakili dari pengurus panti asuhan se-kota Palu, agar kedepan harapannya Dinas Sosial Kota Palu maupun Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, tergerak hatinya, tersentuh hatinya, untuk peduli dan terdorong dengan memperhatikan nasib anak-anak panti asuhan maupun Lanjut Usia ( Lansia) yang ada di dalam panti asuhan.

“Harapan kami kedepan, mohon atau tolong kepada Dinas Sosial Kota Palu dan provinsi Sulawesi Tengah, agar peduli kepada anak-anak yatim piatu. Memperhatikan nasib mereka, makan mereka. Mereka adalah warga Negara yang berhak untuk mendapat jaminan perlindungan dari Negara,” tegas Bahar.

Bendahara panti Asuhan Baitul Rahim, Anugrah, ikut menjelaskan, kalau kondisi saat ini sejak beberapa tahun sudah tidak ada bantuan dari Dinas Sosial Kota Palu maupun Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Tengah, cara untuk mempertahankan kelangsungan hidup anak-anak panti setiap harinya hanya dengan memakan seadanya.

“Hampir tiap hari kami makan mie campur nasi. Pagi hari makan nasi campur mie, siang hari makan nasi campur mie, malam harinya tetap juga makan nasi campur lauknya mie. Terkadang, makan lauknya dengan tahu dan biasanya ada yang kasih hari minggu ikan dari seorang pedagang dari pasar Masomba, itu saja yang sering kita makan, karena kenyataannya seperti itu,” urainya.

Sementara terpisah, ketua Panti Asuhan As-Salam, Serang, beralamat panti di jalan Nambo, kelurahan Petobo, kecamatan Palu Selatan, pun mengakui, kalau memang secara kebenaran belum pernah lagi terima bantuan dari dinas sosial kota Palu maupun dari dinas sosial provinsi Sulawesi Tengah, dalam bentuk anggaran makanan untuk anak-anak fakir miskin.

“Sudah berapa tahun ini sudah tidak ada lagi dana bantuan masuk dari Dinas Sosial. Jangankan uangnnya dikunjungi saja sudah tidak ada,” tegasnya.ZAL

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.