Ketua FKUB Sulteng Harapkan Masyarakat Sulteng Jaga Keharmonisan Umat Beragama

oleh -
Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Bergaama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng), Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag . FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Bagi Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Bergaama (FKUB) Sulawesi Tengah (Sulteng), Prof. Dr. KH. Zainal Abidin, M.Ag bahwa muhibbah merupakan cinta-mencintai kerukunan.

Sehingga dengan muhibbah tersebut, Prof Zainal Abidin juga mengharapkan, kepada seluruh masyarakat di Sulteng untuk saling mencintai, menghormati dan menghargai serta menjaga keharmonisan umat beragama.

“Maindset (cara memahami agama), semua agama benar, menurut pemeluknya masing-masing, tetapi agama itu salah apabila diluar penganutnya, maka dibutuhkan toleransi beragama,” ujar Prof Zainal Abidin  kepada sultengnews.com, Rabu (6/10/2021).

Prof Zainal Abidin  mengungkapkan, sesama umat bergama harus saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Kembali pada prinsip agama masing-masing krn perbedaan adalah sunnatullah,”ungkapnya.

Hal itu, menurut Prof Zainal Abidin dapat dimengerti pada konteks akibat bertermunya dua sisi dari sesuatu yang berbeda terbukti melahirkan sesuatu yang baru dan luar biasa.

“Contoh bertemunya lelaki dan perempuan, maka lahir sosok manusia baru, bertemunya peradaban timur  dan barat terbukti mendorong kemajuan baru bagi peradaban manusia saat ini,”jelasnya.

Olehnya itu, kata Prof Zainal Abidin sesuatu nilai yang memang berbeda biarlah berbeda jangan dipaksakan menjadi sama, tapi suatu nilai dan makna yang sama harus dipertemukan dalam makna historisnya yang sama.

“Contoh berbagai perkataan atau sebutan yang berbeda dalam peradaban agama-agama justru harus dipertemukan. Kata betlehem dalam agama Kristen menjadi bisa dipertemukan maknanya dengan kata baitullaham dalam Islam,” sebutnya.

“Betlehem artinya rumah roti, sementara baitullaham artinya rumah daging, demikian juga dengan sebutan puji Tuhan dalam Kristen dan agama lain sama dengan barakallah dalam Islam, demikian seterusnya terkait model-model bangunan agama-agama  yang sama antara satu agama dengan agama lainnya,”terang Prof Zainal Abidin.

Sebab, bagi Prof Zainal Abidin perlunya kebersamaan dalam membangun agama-agama harus ditumbuhsuburkan. Umat Islam boleh membantu umat lain membangun rumah ibadahnya, demikian pula sebaliknya.

“Sesama umat beragama harus berhenti merendahkan agama orang lain. Stop saling  mengkafirkan, saling menghinakan dan merendahkan agama orang lain,” tutupnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.