Ketua DPRD Sulteng Bersama Danrem 132 Tadulako Kunjungi Korban Bencana di Sirenja

oleh -
Ketua DPRD Sulteng, Hj. Nilam Sari Lawira bersama rombongan Pansus Padagimo saat berada di tengah - tengah warga Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Donggala. FOTO : IST

DONGGALA, SULTENGNEWS.COM – Ketua DPRD Sulteng, Hj. Nilam Sari Lawira bersama Danrem 132 Tadulako Brigjen Farid Makruf serta ketua dan anggota Panitia Khusus (Pansus) Padagimo DPRD Sulteng.

Selama ini, warga Tompe Kecamatan Sirenja yang terdampak bencana pada 28 September 2018 lalu dan juga korban banjir rob yang selama ini masih terombang ambing oleh kondisi lahan huntap, akhirnya boleh sedikit bernafas lega setelah mendapat kunjungan rombongan DPRD Sulteng dan menghasilkan poin kesepakatan sesuai keinginan warga.

Ketua DPRD Sulteng, Hj. Nilam Sari Lawira bersama rombongan saat melakukan dialog dengan warga di Desa Tompe, Kecamatan Sirenja, Donggala. FOTO : IST

Rombongan itu dipimpin langsung Ketua DPRD Sulteng Hj Nilam Sari Lawira SP, MP didampingi Ketua Pansus Drs. Budi Luhur Larengi, Sekretaris Pansus Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH serta sejumlah anggota Pansus masing masing, Dr Alimuddin Paada MS, Sony Tandra ST, Drs Enos Pasaua dan H Ambo Dalle serta ikut menyertai Sekwan Hj Tuty Zarfiana SH, M.Si

Ikut juga dalam rombongan tersebut Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Provinsi Sulteng, Hj Farida Lamarauna SH, Wakil Bupati Donggala Moh Yasin, Dandim 1306 Donggala Letkol Hery dan sejumlah OPD Provinsi Sulteng dan OPD Kabupaten Donggala yang secara teknis terkait dengan masalah ini, termasuk camat yang membawahi wilayah Sirenja.

Dialog yang dibangun oleh Ketua DPRD, Danrem, Pansus dan warga terdampak sempat mengalami stagnasi komunikasi, namun begitu dijelaskan Sekdes setempat tentang duduk persoalan, akhirnya Ketua DPRD, Pansus dan Danrem sebagai Koordinator Satgas penanganan rehab rekon bencana di Palu, Sigi Donggala dan Parigi Moutong (Padagimo) menemukan jalan keluar atas lahan yang selama ini menjadi sandungan warga untuk mau menempati lokasi yang di tetapkan oleh pemerintah.

Dari dialog tersebut diketahui alasan warga tidak mau menempati lokasi dan yang kini disediakan Pemda Donggala, karena jauh dan juga berada dilokasi pusat laut.

“Pokoknya kami tidak mau di sana pak (lokasi pemkab red),” kata salah seorang warga Sirenja.

Alasan lainnya karena di lokasi yang berdekatan dengan bangunan Hunian Tetap (Huntap) tersebut, ada lahan milik warga yang bisa dibeli Pemda dengan harga terjangkau, sehingga lokasi Huntap untuk sekitar 319 kepala keluarga berdampingan dan tidak seperti yang ditunjuk Pemkab Donggala saat ini.

Tidak butuh waktu lama Ketua DPRD, Danrem dan Ketua Pansus serta Wakil Bupati Donggala akhirnya menyepakati bahwa penetapan lahan tersebut dtindaklanjuti penyelesaiannya.***

HumPro Setwan DPRD Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *