Ketua DPRD Parimo Sayangkan Empat Dokter Umum RS Raja Tombolotutu di PHK

oleh -
Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sayutin Budianto. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sayutin Budianto menyayangkan empat orang Dokter Umum Rumah Sakit Raja Tombolotutu yang mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari pihak rumah sakit.

“Ini sejarah baru yang kita dapat di kawasan Provinsi Sulawesi Tengah adanya PHK terhadap dokter. Disaat pandemi virus corona saat ini, kita membutuhkan tenaga medis sebagai garda terdepan justru di Kabupaten Parigi Moutong di PHK. Ini menjadi preseden buruk buat kita,” ujar Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto saat di hubungi melalui telfon, Sabtu (30/05/2020).

Sayutin meminta kepada Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut dan mengembalikan mereka (Dokter Umum) untuk bekerja lagi.

Dikatakan, apapun bentuknya mereka adalah dokter yang saat ini di butuhkan, terlebih lagi RS Raja Tombolotutu tidak punya dokter ahli.

“Disana tidak ada dokter ahli. Yang ada hanya dokter-dokter umum, apalagi dokter sekarang sangat kita butuhkan,” terangnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan realokasi anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Parigi Moutong jangan sampai mengorbankan dokter, sebab masih banyak cara yang bisa di lakukan.

Sayutin juga menjelaskan, minimal pihak rumah sakit atau direktur rumah sakit Raja Tombolotutu, bisa melakukan konsultasi ke pihak Pemerintah Daerah melalui Sekretaris Daerah.

“Bicarakan, bagaimana realokasi anggaran dengan keberadaan dokter yang sekarang. Ini bisa saja akan mengimbas ke yang lain, misal dokter, perawat, bidan, dan lainnya. Akan ikut terpengaruh,” jelasnya.

Secara tegas, Sayutin meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Parimo untuk segera mengambil sikap untuk mengevaluasi masalah tersebut, karena dokter saat ini dibutuhkan sebagai garda terdepan memerangi wabah di Kabupaten Parigi Moutong.

“Walaupun Kabupaten Parimo masih dalam zona zero, tetapi kita perlu menjaganya, nah yang menjaganya adalah dokter-dokter itu,”tegasnya.

“Jadi secara kebutuhan, kita butuh itu dokter, apalagi RS.RAja Tombolotutu sudah tidak punya dokter ahli ditambah lagi dokter umum dikasih keluar, ini kan tidak bagus,”lanjut Sayutin.

Sayutin menambahkan, sekitar minggu depan DPRD Kabupaten Parimo akan menjadwalkan melalui komisi terkait dan pansus Covid-19 untuk melakukan rapat kerja terbatas. Sebab situasi protokol kesehatan yang harus di patuhi, agar segera memanggil pihak rumah sakit dan Pemerintah Daerah. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *