Ketua Bawaslu Palu Ingatkan ASN Untuk Tetap Netral

oleh -
Ketua Bawaslu Kota Palu, Ivan Yudartha. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Bawaslu Kota Palu, Ivan Yudartha mengingatkan kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap netral dan tidak memberikan dukungan kepasangan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota.

“ASN bukan hanya PNS, tapi juga para tenaga kontrak yang dibiayai oleh APBD dan APBN itu disebut ASN karena sesuai dengan ketentuan Undang – Undang Nomor 5 yakni yang membahas masalah ASN,” ujarnya.

Sosialisasi ini sudah dilakukan oleh pihak Bawaslu, hingga mengirimkan surat ketingkatan kelurahan untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk tetap memperhatikan netralitas.

“Karena ini penting, PNS adalah pelayan masyarakat dan mereka tidak boleh berpihak, karena siapapun yang menjadi pasangan calon yang berkompetisi itu akan menjadi pemimpin mereka, sehingga tidak boleh ASN berpihak, tapi harus tetap netral,” ucapnya.

Semua ASN yang terlibat mendukung paslon di Pilkada akan diberikan sangsi, jika kedapatan dan terbukti. Bawaslu sudah mengatur mekanisme mulai dari pemanggilan, diberikan klarifikasi, serta pihak Bawaslu akan mengkaji dan hasilnya dikirim ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Bawaslu juga tak akan luput memantau media sosial. Walaupun dari sisi jumlah, Bawaslu kurang dan setiap saat mengamati media sosial. Namun Bawaslu akan tetap konsisten mengawasi media sosial. Jika ada isu hoax, maka akan segera dilakukan pengkajian. Apabila ada laporan, maka akan disampaikan kepada Sentra Gakkundu Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu) dimana di dalamnya ada Bawaslu, penyidik Kepolisian dan Jaksa penuntut yang akan mengeksekusi kelanjutan dari soal penaganan masalah dimedia sosial.

Pihak Bawaslu juga menjalin kerjasama dengan Kominfo RI Pusat.

“Jadi, Bawaslu sudah bekerjasama dengan Kominfo RI Pusat untuk penanganan melalui undang – undang ITE,” tandasnya.

Ketua Bawaslu berharap agar masyarakat, lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi dan serta hal yang menyangkut SARA, karena akan berurusan dengan pidana. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *