Ketua ALARM Sebut Rusdy Mastura Gubernur Sulteng Yang Tertunda

oleh -
Rusdy Mastura saat menyampaikan sambutan di Rakor Relawan Rusdy-Ma'mun, di Hotel Lawahba Kota Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Ketua Aliansi Relawan Rusdy-Ma’mun (ALARM), Andi Aril Pattalau menyebutkan Rusdy Mastura merupakan Calon Gubernur Sulawesi Tengah yang tertunda, sehingga pada proses pemilihan Gubernur Sulteng 2020, maka relawan akan menargetkan suara 30 persen untuk pemenangan Rusdy-Ma’mun.

“Relawan Rusdy-Ma’mun dibentuk atas inisiatif masing-masing dari relawan sendiri, tidak ada intruksi dari manapun, jadi mereka membentuk atas kecintaan kepada Rusdy Mastura,”ujar menyampaikan sambutan di Rapat Koordinasi Relawan Rusdy-Ma’mun, di Hotel Lawahba Kota Palu, Sabtu (07/03/2020).

Ia juga menjelaskan, rakor bertujuan sebagai konsolidasi relawan yang selama ini bergerak dimasing-masing daerah, sehingga, perlu di satukan untuk dapat saling berkoordinasi.

“Relawan yang tumbuh sudah sebanyak 130 Komunitas Relawan di Kabupaten/Kota Sulawesi Tengah, yang semuanya memiliki cabang disetiap kabupaten Kota, jadi relawan mengakar sampai ketingkat Desa,”jelasnya.

“Teman-teman relawan bangga menjadi bagian dari Rusdy-Ma’mun,”imbuhnya.

Aril menegaskan, rakor relawan Rusdy-Ma’mun akan menselaraskan gerakan bersama partai koalisi.

“Relawan harus memadukan gerakan langkah bersama partai koalisi pengusung,”tegasnya.

Sementara itu, Cudy sapaan akrab Rusdy Mastura, mengungkapkan dirinya memiliki obsesi untuk Sulawesi Tengah dapat memberikan sumbangsih terhadap kemajuan peradaban di Indonesia.

“Saya bukan hanya berpikir sebagai Gubernur Sulteng, tapi juga berpikir bagaimana Sulteng, menjadi lebih maju untuk generasi kita mendatang,”ungkapnya.

“Sulteng bukan hanya sekedar menjadi daerah penyangga, tapi harus menjadikan Sulteng sebagai provinsi yang unggul dari provinsi lainnya,”sambung Cudy.

Menurut Cudy, bukan pendidikan gratis yang diinginkan Sulteng, tapi saat ini Sulteng membutuhkan pendidikan terjangkau yang berkualitas.

Ia juga menambahkan, orang miskin harus di dorong untuk bisa maju dan orang kaya di sadarkan, karena ada hak orang miskin pada orang kaya.

“Saya ingin masyarakat miskin bisa merasakan pembangunan di Sulteng ini,”tandas Cudy. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *