Ketersediaan Pangan Sulteng Selama PPKM Mencukupi

oleh -
Ilustrasi stok pangan di pasaran. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melalui Dinas Pangan Sulteng memastikan ketersedian pangan di Provinsi Sulawesi Tengah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mencukupi.

“Dari segi ketersediaan pangan kita setiap minggu, kita ada buat laporan neraca pangan strategis itu terdiri dari 11 komunitas strategis mulai dari beras jagung, cabe, bawang, minyak goreng. Jadi 11 komoditi strategis itu yang kita pantau setiap minggu,”ucap Analis Ketahanan Pangan, Daniel Edward saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (08/09/2021).

Daniel mengungkapkan, sepekan sekali Dinas Pangan Sulteng melakukan pendataan dari kabupaten dan kota. Data itu dikirim oleh pemerintah kabupaten dan kota setiap seminggu. Dari data itu, pihaknya akan melihat neraca mengalami plus atau minus.

“Itu laporan yang diberikan kepada kita terkait dengan ketersediaan, kebutuhan, disitu juga akan melihat neracanya surplus atau minus,”ungkapnya.

“Kemudian terkait dengan harga 9 komoditas strategis, kita juga punya satu kegiatan namanya itu sistem monitoring store,”sambungnya.

Daniel mengaku berdasarkan datat yang tercatat kondisi pangan di masa PPKM khususnya di Sulteng mencukupi. Meski demikian, sempat mengalami kekurangan salah satu komiditi sehingga harganya mengalami kenaikan.

“Data yang ada di kita neraca itu tidak ada masalah sampai saat ini kecuali kemarin pada saat lebaran itu memang kita agak ini di bawang. Itu bawang yang agak kurang sehingga harganya naik, tetapi secara umum itu datanya stabil, kenapa saya katakan stabil itu tunjukkan dengan harga yang masih bergerak walaupun naik tapi tidak melewati 10 persen,”jelasnya.

Lebih lanjut, Daniel menyebut, sekaitan persediaan beras sangat mencukupi untuk beberapa bulan kedepan. Bahkan, di Bulog juga masih tersedia beberapa komoditi strategis seperti beras, bawang, minyak goreng, dan lainnya.

“Menurut data di gudang Bulog dari penjelasannya mereka ke kita hampir 5 bulan 6 bulan kedepan. Jadi kalau masalah ketahanan pangan dari sisi itu neraca yang kita laporkan tiap minggu kita laporkan ke bidang akses Badan Ketahanan Pangan di Bappedas,”terangnya.

“Untuk minggu ini baru satu kabupaten yang belum memberikan laporan yaitu Kabupaten Poso saya sementara kontak dengan adiknya untuk melaporkan sehingga datar kita 100 persen,”tutupnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.