Kesetaraan dan Pengangaran Gender Harus Diperjuangkan Bersama

oleh -
Akademisi Untad, Selvy Mozin saat menyampaikan materi di kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulteng di Hotel Paramasu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Akademisi Universitas Tadulako (Untad), Selvy Mozin menyarankan kesetaraan gender melalui kegiatan Pengarus Utamaan Gender (PUG) dan perjuangan anggaran melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG) di Sulawesi Tengah (Sulteng) harus diperjuangkan bersama dan terus ditingkatkan.

“Saat ini, Sulteng masih mendapatkan predikat pratama terkait PUG dan PPRG. Predikat pratama itu merupakan peringkat pertama, jadi perlu didorong PUG dan PPRG di Sulteng agar mendapatkan raihan Parahita Egapraya,” kata Akademisi Untad, Selvy Mozin saat menyampaikan materi di kegiatan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulteng di Hotel Paramasu, Kamis (23/07/2020).

Dia menerangkan, kata gender masih di salah artikan yang lebih diidentikan dengan perempuan atau sesuatu yang sensitif soal seks, padahal bukan bicara soal seks.

“Jadi gander itu sudah melekat sejak lahir, baik itu kepada perempuan maupun laki-laki,” terangnya

Menurutnya, gender itu merupakan kontruksi sosial, jadi perempuan dan laki-laki bisa bertukar peran, apa yang dilakukan perempuan bisa dilakukan laki-laki sebaliknya pun begitu.

Olehnya, PUG dapat mengintegrasikan permasalahan antara laki-laki dan perempuan, dimana perempuan dan laki-laki mempunyai akses yang sama dalam sumber daya pembangunan.

“PUG menjamin partisipasi secara bersama. Semua program harus bisa memberikan manfaat yang sama kepada perempuan dan laki-laki,” ucapnya.

Dia menambahkan, untuk PPRG dalam perencanaan yang di susun, akan tertuang dalam RPJMD yang bersifat responsif gender.

“Perluasan cakupan PPRG pun dapat diterapkan ditingkat desa, instansi terkait hingga lembaga kementerian,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *