Kepala Disdikbud Sulteng Akan Panggil Kepsek SMA Negeri 1 Tomini

oleh -
Kepala Disdikbud Sulteng, Irwan Lahace. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sulawesi Tengah (Sulteng), Irwan Lahace akan memanggil Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Tomini, Gusti Martadanu.

Pasalnya, Kepsek SMA Negeri 1 Tomini itu memberikan pernyataan kepada sejumlah guru honorer jika tidak sabaran menunggu gaji untuk membuat surat pernyataan pengunduran diri.

Padahal, para guru honorer tersebut, sudah 5 bulan lamanya belum menerima gaji. Mirisnya, Kepsek SMA Negeri 1 Tomini malah mengeluarkan pernyataan yang jauh dari solusi kepada guru honorer.

Menanggapi hal itu, secara tegas Irwan Lahace mengungkapkan bahwa pernyataan itu tidaklah bijak. Bahkan dia akan memanggil Kepsek SMA Negeri 1 Tomini itu ke kantor Disdikbud Sulteng.

“Itu tidak bijaksana seperti itu, nanti saya akan undang dia ke Palu itu,”ungkap Irwan Lahace kepada sultengnews.com, Minggu (07/03/2021).

“Itu perlu diluruskan,”tambahnya.

Seharusnya kata Irwan, pemimpin itu dapat memberikan solusi yang baik kepada para guru honorer.

“Jadi pemimpin itu kalau persoalan perut, persoalan itu, itu ada jalan keluarnya, mestinya kepala sekolah memberikan jalan keluarnya,”ucap Irwan.

Irwan mengaku, penerimaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang akan dibayarkan kepada guru honorer sebelumnya mengalami keterlambatan.

“Karena memang dana itu, kemarin kita agak terlambat. Mudah-mudahan minggu ini sudah bisa di atasi,”ujarnya.

Akan tetapi, Irwan menyatakan, Disdikbud Sulteng tidak akan mencairkan dana BOS jika persyaratan penerimaan dana BOS tidak dipenuhi pihak sekolah, karena bisa menimbulkan masalah baru.

“Itu kan sudah disalurkan tinggal pencairan, maka kewajiban sekolah itu membuat RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) jangan mereka sembarangan,”tuturnya.

Saat ditanyakan, apakah SMA Negeri 1 Tomini belum menyetor RKAS, Irwan akan kembali memastikan RKAS dari sekolah tersebut.

Namun, dia menegaskan keterlambatan itu terjadi 2 bulan bukan 5 bulan, seperti yang terjadi di SMA Negeri 1 Tomini.

“Nanti saya cek lagi sama pengelola, tapi yang jelas bukan 5 bulan tapi 2 bulan,”tegasnya.

Irwan juga menduga adanya kekeliruan dari pihak sekolah SMA Negeri 1 Tomini, sehingga guru honorer belum menerima gajinya selama 5 bulan.

“Iyah, kemudian dana BOS itu diutamakan untuk guru honorer,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *