Kepala BPBD Parimo : Illegal Logging Sangat Berpotensi Menimbulkan Bencana

oleh -
ILUSTRASI : Ilegal Loging yang terus – menerus dilakukan dengan melakukan penebangan kayu, sangat berpotensi besar menimbulkan bencana. FOTO : Lampung.co

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kepala Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Idran, ST, M.P.W menyebut aktivitas illegal logging sangat berpotensi terjadinya bencana.

“Illegal logging itu sangat berpotensi (banjir) karena di hulu itu ada kesmen area. Kesmen area itu tangkapan air hujan itu kesmen area,”ucap Idran saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/09/2021).

Menurut Idran, kesmen area sangat penting di jaga, apabila terjadi pembukaan kebun dan illegal logging, maka akan mengakibatkan kerusakan sungai, dimana sedimen terangkat dan hanyut ke hilir.

“Kesmen area rusak otomatis sungai rusak. Makanya kita propagandakan kesmen area itu di jaga ketat jangan sampai ada buka kebun dan jangan sampai ada illegal logging kalau itu terjadi mungkin kesmen area bukan hanya 1 atau 2 hektar itu sampai 50 hektar bahkan sampai 10 ribu ketar dan 20 ribu hektar, kalau itu dirusak otomatis angkutan sedimen semua lari ke hilir,”jelasnya.

Lebih lanjut, Idran mengatakan, pihaknya  sebisa mungkin berupaya untuk melakukan pencegahan galian C sepanjang sungai. Selain itu, BPBD juga menjaga agar tidak terganggunya kesmen area akibat dari pembukaan kebun dan illegal logging.

“Makanya kita pak  melakukan pencegahan rusaknya hulu, itu salah satunya jangan ada galian di sepanjang sungai, kedua jangan sampai ada kesmen area terganggu karena adanya aktivitas kebun berpindah-pindah dan illegal logging,”terangnya.

Olehnya itu, kata Idran, jika tidak ada pembukan kebun dan illegal logging serta galian C sepanjang jalur sungai, maka mustahil akan terjadi banjir.

“Sehingga, kalau itu betul-betul sudah tidak ada (kerusakan lingkungan) saya kira apa yang kita lihat sekarang ini tidak akan terjadi karena air hujan itu turun di daerah yang gundul itu sudah tidak lagi tertahan, misalnya intensitas curah hujan tinggi itun kalau 3 meter perhari semua permukaan itu akan tergerus habis air tidak akan tersisa di gunung semua lari ke sungai, tapi kalau tidak terganggu intensitas curah hujan tinggi 3 meter perhari hanya akan tersisa 1 meter karena 2 meter sudah terserap ke gunung,”jelasnya.

Idran juga menganggap wilayah hilir sangat penting dengan melihat elevasi sungai dan kawasan permukiman. Karena elevasi dapat menentukan kondisi kawasan pemukiman akan gterendam banjir atau tidak.

“Kita lihat di hilir. Di hilir itu ada pemukiman,nanti kita lihat apakah elevasi sungai dan kawasan pemukiman itu rata tidak atau beda tipis. Karena jelas air liar yang dari atas akan mencari tempat yang paling rendah,”tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.