Kelurahan Siranindi Akui Belum Capai Target Bulanan Tarif Retribusi Sampah

oleh -
Lurah Siranindi, kota Palu, Sumarsih. FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

PALU, SULTENGNEWS.COM – Upaya Pemerintah Kota Palu untuk mendorong agar kota Palu menjadi bersih di 46 kelurahan dan bisa meraih Adipura pada tahun 2023 serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satu upayanya dengan dikeluarkannya SK Peraturan Wali (Perwali) Kota Palu Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Perubahan Tarif Retribusi Jasa Umum.

Dalam upaya tersebut, 46 kelurahan yang ada di kota Palu ditarget setiap bulan untuk bisa menarik setoran tarif kepada pelaku usaha (toko, warung makan dan sejenisnya), termasuk dengan rumah tinggal (permanen, semi permanen dan sejenisnya), untuk dibebankan biaya dari Retribusi Jasa Umum (Kebersihan), setiap bulannya.

Sejak mulai diberlakukannya penetapan Perda serta dikuatkan dengan adanya SK Perwali Kota Palu, lagi dan lagi, masih ada kelurahan di kota Palu yang belum memenuhi ekspektasi atas penerimaan retribusi jasa umum yang diambil dari warga kelurahan, termasuk kelurahan Siranindi, kecamatan Palu Barat, kota Palu.

Lurah Siranindi Sumarsih, menjelaskan, salah satu sebab alasan target belum tercapai, tidak lain dengan masih kurangnya kesadaran dari masyarakat terhadap penarikan retribusi Jasa Umum untuk peningkatan dan kemajuan kota Palu itu sendiri.

Hal ini tentunya, dengan melihat dari target yang dicapai sejak bulan Februari-Maret 2022, dengan target 60 juta rupiah perbulan kepada masing-masing kelurahan termasuk kelurahan Siranindi (sebelum perubahan SK Perwali), masih jauh dari harapan bersama.

“Belum tercapai dari target. bulan Februari saja cuman terima 4 juta rupiah selama satu bulan, bulan Maret 6 juta rupiah, begitu juga sampai bulan Mei. Sementara bulan Juni tahun ini masih sementara dihitung biayanya,” ujar Sumarsih kepada SultengNews.com saat ditemui langsung di ruangannya, Kamis (7/7/2022).

“Tetapi kita patut perlu bersyukur karena tiap bulan ada kenaikan meskipun tidak sesuai dengan target tadi,” sambung dia.

Menurutnya, sebagai warga kota Palu, khususnya bagi warga kelurahan Siranindi, baik yang pendatang maupun warga asli kelurahan Siranindi, untuk bersama-sama beriringan membangun kota Palu menuju kota yang lebih maju lagi, khususnya dengan mendukung program Pemerintah kota Palu saat ini.

“Sebagai masyarakat utamanya pendatang, yang membuka usaha disini, jangan hanya membuka usaha disini tetapi tidak ada sumbangsih yang diberikan kepada kota Palu, untuk memajukan kota Palu dari segi kebersihan dan program lainnya,” sebutnya.

Olehnya, kedepannya, untuk memaksimalkan potensi dari target realisasi setiap bulan, selain peran aktif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, peran dari masing-masing RT setempat, perlu kirannya lurah bersama dengan jajaran di kelurahan untuk terlibat dan turun langsung ke pelaku usaha yang ada di kelurahan Siranindi.

“Memang kalau untuk rumah tinggal yang menarik retribusi langsung dari RTnya masing-masing. Sementara kedepannya, kami nanti langsung turun langsung ke pemilik usaha untuk memberikan pemahaman, betapa pentingnya retribusi dari mereka,” kata Sumarsih.

“Kita berharap ini bisa maksimal nantinya, agar apa yang digapai pemerintah kota Palu bisa terwujud dari program penarikan retribusi tadi,” jelasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.