Keluhan Penjahit Sepatu Pasar Bambaru Penghasilan Turun Setiap Harinya

oleh -
Penjahit saol sepatu menerima langganan diterik matahari, pasar Bambaru moderen, Kamis (10/3/2022).

PALU, SULTENGNEWS.COM – Para penjahit sepatu yang ditempatkan di tempat yang baru di sekitar pasar Bambaru modern, mengalami penurunan pengahasilan sekitar 75 persen setiap harinya.

Bahkan, sejak ditempatkan di sekitar wilayah Selatan pasar Bambaru Moderen sejak pertama kali diresmikan oleh Walikota Palu 27 Januari 2022 lalu, ada beberapa penjahit yang sudah tidak lagi menjahit saol sepatu karena menganggap letak penempatan penjahit sepatu yang tidak menguntungkan buat mereka.

Dedi, salah seorang penjahit saol sepatu di pasar Bambaru modern, menyebut, pemerintah kota Palu seakan membuat masyarakatnya menjadi tidak diperdulikan dalam pemberdayaan usaha ekonomi.

Ini dibuktikan dengan penempatan tempat yang baru bagi belasan penjahit saol sepatu, yang setiap harinya mengalami penurunan penghasilan hingga sampai dengan 75 persen setiap harinya.

“Sudah ada tiga orang yang tidak lagi menjahit sepatu. Langganan menghilang, karena tempatnya sangat-sangat tidak strategi. Bahkan setiap hari kami mengalami penurunan sampai dengan 75 persen setiap harinya,” ungkapnya kepada SultengNews.com saat ditemui langsung dilokasi penjahit saol sepatu pasar Bambaru modern, Kamis (10/3/2022).

“Lihat sendiri sekarang, kami lebih banyak duduk manis di tengah terik matahari sambil menunggu pelanggan, ketimbang di tempat awal sebelumnya bagian depan dari pasar, banyak pelanggan yang datang untuk minta diperbaiki sepatunya,” sambung Dedi.

Kondisi tempatnya sambung Dedi, sangat tidak manusiawi, selain tempatnya langsung berhadapan dengan terik matahari di siang hari, juga lokasi tempatnya yang terhalang oleh pembatas yang mengakibatkan sempitnya ruang yang dilalui di wilayah selatan.

“Lihat sendiri, mereka kepanasan, kalau hujan tetap berada di tempat, karena memang kondisi kami sepertinya seakan di biarkan oleh pemerintah. Mana lagi di depan ada pembatas yang mengurangi ruang gerak masyarakat untuk datang ke tempat kami,” sebutnya.

Karno, salah seorang penjahit lainnya, hanya meminta kepada pemerintah kota Palu melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, kiranya bisa memberikan solusi bagi belasan penjahit saol sepatu untuk bisa ditempatkan kembali di tempat semula bagian depan dari pasar Bambaru modern.

“Yah kami minta kalau bisa ditempatkan kembalilah di bagian depan pasar Bambaru. Kasihan kami, biasa hanya terima 35 ribu rupiah per hari bahkan tidak ada sama sekali. Sementara kalau di depan sana, kita bisa dapat penghasilan sampai 300 ribu rupiah per harinya,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu Ajenkris, tegaskan, menurutnya, untuk belasan penjahit saol sepatu, dimanapun tempatnya pasti tetap dicari sama pelanggan untuk perbaiki sepatu dan sejenisnya.

Pemerintah kota Palu sendiri telah menempatkan belasan penjahit saol sepatu sudah dengan sesuai pertimbangan yang baik dalam menata lokasi pasar Bambaru modern untuk lebih baik lagi dalam penataannya.

“Ingat yah, dimanapun mereka (penjahit sepatu), pasti orang cari kamu. Sama dengan saya sudah miliki langganan sendiri di pasar Bambaru, mau dimanapun tempatnya pasti saya cari, begitu sebaliknya dengan masyarakat lainnya, pasti mencari penjahit yang sudah menjadi langganannya,” ungkapnya.

“Tetap kita masih bertahan dengan tempat yang sekarang untuk belasan penjahit saol sepatu tadi. Tidak bisa lagi dirubah tempatnya,” sambung Ajenkris.

Memang dalam permasalahan ekonomi, apalagi pasar Bambaru modern setelah diresmikan, pemerintah kota Palu sendiri belum bisa mengambil sebuah kesimpulan terhadap turunnya tingkat penghasilan yang diterima oleh belasan penjahit saol sepatu.

Hal ini karena memang, kondisi pasar Bambaru masih baru dan belum bisa dijadikan ukuran sebagai bagian dari turun maupun naiknya penghasilan saat berjualan di pasar Bambaru modern.

“Sabar, namanya juga pasar itu baru dimulai, kita belum bisa memastikan soal turun atau tidaknya penghasilan. Kecuali kalau sudah lima tahun berdiri (seumpamanya), terus memang ada hasil yang turun dari penghasilannya, baru kita lakukan evaluasi, apa yang salah dan apa yang perlu diperbaiki. Ini baru hitungan satu bulan, bersabar saja dahulu, Insya Allah rezeki tidak akan kemana,” tegas Ajenkris.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.