Keluarga Wahid, DPO Poso Akhirnya Bongkar Kubur dan Bawa Pulang Jenazah ke Kampung Halaman

oleh -
Proses penggalian kubur Wahid atau Aan alias Bojes di Pekuburan Umum Poboya, Kamis (19/11/2020). FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Keluarga salah satu terduga anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Wahid atau Aan alis Bojes, akhirnya membongkar kubur Wahid di Pekuburan Umum Poboya pada Kamis sore (19/10/2020) dan membawa jenazah ke kampung halaman di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong.

Panggalian dilakukan sekira pukul 16.00 Wita setelah sholat ashar oleh keluarga Wahid yang sudah sejak awal memang meminta agar jenazah Wahid dibawa pulang ke kampung halaman untuk di kuburkan disana.

Sebelumnya, pihak Polda Sulteng telah menguburkan jenazah Wahid atau Aan alis Bojes bersama rekannya Aziz di Pekuburan Umum Poboya sekira pukul 01.38 Wita. Meski tanpa persetujuan keluarga, pihak Polda tetap melakukan penguburan dua jenazah terduga anggota MIT Poso itu.

Dikutip sultengnews.com dari Radar Sulteng edisi Jumat (20/11/2020), Tim Pangacara Muslim (TPM) Andi Akbar menyampaikan bahwa pihak keluarga Wahid sangat keberatan dengan keputusan sepihak dari pihak kepolisian yang tetap menguburkan jenazah Wahid meski taka da persetujuan dari keluarga korban.

“Pemakaman ini mendapat protes dari pihak keluarga terutama ibu dan ayah Wahid. Upaya permohonan sebelumnya sudah dilayankan, permohonan itu tidak disetujui pihak Polda Sulteng,” kata Andi Akbar.

Paman Wahid, Mahyun sebelumnya kepada sultengnews.com juga telah menyampaikan bahwa alasan pihak kepolisian yang mengatakan bahwa masyarakat di kampung menolak jenazah Wahid sangat tidak benar. Bahkan hal itu telah dikomunikasikan ke kampung halaman Wahid.

“Kita sudah koordinasi ke kampung, masyarakat semua menerima. Kepala desa kasih surat bawah tidak ada penolakan dari kampung,” ujar Mahyun membantah alasan kepolisian.

Kini jenazah Wahid atau Aan alias Bojes telah dimakamkan di kampung halamannya di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolano, Kabupaten Parigi Moutong oleh keluarganya. RED

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *