Kasus Pemukulan Wartawan Jalan Ditempat, Alsih Marselina Malapor Ke Ombudsman Sulteng

oleh -
Alsih Marselina, Wartawati Sultengnews.com yang mengalami pemukulan oknum polisi melaporkan kasusnya ke Ombudsman Perwakilan Sulteng. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Sudah satu bulan lebih kasus kekerasan yang dilakukan oknum aparat Polda Sulteng kepada wartawan Sultengnews.com di Polda Sulteng, Alsih Marcelina, pemeriksaannya tidak menemui kemajuan berarti.

Proses hukum terhadak oknum aparat yang melakukan pemukulan Sdri Alsi Marcelina saat melakukan liputan unjukrasa menentang UU Ciptaker 4 Oktober berjalan stagnan. Organisasi wartawan, seperti AJI IJTI dan PFI pernah mendatangi Mapolda Sulteng dan diterima oleh Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto pada 14 Oktober 2020.  Pada pertemuan tersebut, Kabidhumas menjanjikan akan menyelesaikan kasus kekerasan tersebut.

Namun sejauh ini, kasus tersebut terkesan berjalan di tempat dan tidak ada progress yang signifikan. Merespons keterlambatan proses hukum ini, AJI dan IJTI dan PFI mendampingi Alsih Marcelina, mendatangi Perwakilan Ombudsman Sulteng.

“Maksud kedatangan Alsih dan organisasi wartawan, untuk meminta Ombudsman turun tangan atas proses hukum yang lamban tersebut,” tulis AJI dalam rilis yang diterima redaksi usai mendampingi Alsih Marselina mendatangi Ombudsman Sulteng..

Alsih dan organisasi wartawan diterima Kepala Perwakilan Ombudsman Sulteng, H. Sofyan Farid Lembah SH MH dan Asisten Ombudsman Todi Karmal di kantornya, Jalan Chairil Anwar – Palu,  Selasa 10 Oktober 2020.

Menurut Todi Karmal,  sesuai dengan kewenangan  Ombudsman, pihaknya akan melakukan verifikasi  bukti formil dan nonformil  atas peristiwa kekerasan yang dialami Alsih Marcelina.  Kemudian ditindaklanjuti dengan verifikasi materil.

Kepala Perwakilan (Kaper) Ombudsman Sulteng, Sofyan Farid Lembah menjelaskan laporan Alsih Marcelina dan organisasi wartawan ini akan menjadi pintu bagi Ombudsman untuk masuk dalam kasus ini.  Laporan ini akan menjadi dasar bagi Ombudsman menyurat ke Polda Sulteng dalam hal ini ke Irwasda untuk menanyakan proses kasus sudah sejauh apa. Ombudsman katanya akan mendorong dan mengawasi agar kasus ini tuntas.

Menurut Sekretaris IJTI Sulteng, Heri Susanto waktu sebulan lebih terlalu lama untuk pengungkapan kasus yang melibatkan aparat internal. Organisasi pers mendesak ada keseriusan Polda Sulteng untuk mengusut kasus tersebut. Sejauh ini ungkap Heri Susanto, baik korban maupun organisasi  wartawan yang mendampingi kasus ini tidak mendapat pemberitahuan kasus ini. Dengan melaporkan ke Ombudsman diharapkan Polda Sulteng mempunyai  kesungguhan menyelesaikan kasus kekerasan yang terus berulang tersebut.

Saat menyampaikan kronologi peristiwa di hadapan Ombudsmanm korban Alsih Marcelina pun mengaku tidak mengetahui kelanjutan kasus yang menimpanya tersebut. RED

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *