Kasatpol-PP Kota Palu: Sanksi Sudah Mulai Berlaku Bagi Pelanggar Perwali No 37 Tahun 2017

oleh -
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu, Trisno Yunianto. FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pemerintah Kota Palu tidak segan-segan untuk memberikan sanksi berupa denda administrasi kepada warga kota Palu yang tidak taat, tunduk, atas Peraturan Wali (Perwali) Kota Palu No. 37 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan, yang berlaku per tanggal 1 Agustus 2022, tahun ini.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol-PP) Kota Palu Trisno Yunianto, menguraikan, sesuai dengan arahan dari Wali Kota Palu bahwa pemberian sanksi berupa denda administrasi 1 Juta rupiah kepada warga yang tidak taat terhadap Perwali Nomor 37 Tahun 2017 sudah mulai diberlakukan sejak tanggal 1 Agustus 2022.

Hanya saja, sebut Trisno, sesuai dengan arahan Wali Kota Palu pula, bagi setiap individu masyarakat maupun pelaku usaha, ketika tidak mengindahkan atas Perwali No. 37 Tahun 2017, tetap mekanismenya diberikan surat pernyataan terlebih dahulu sebelum dilakukan penindakan.

“Iya betul mulai 1 Agustus, kami sudah jalan dan sudah kami dapatkan beberapa pelaku usaha yang cuek, tidak menjaga kebersihan dan bahkan tidak menyediakan tempat sampah di tempat usahanya. Ini masih kami berikan surat pernyataan dengan mengambil KTPnya dan meminta kepada pelaku usaha untuk membersihkan, menyediakan tempat sampah sesuai dengan waktu yang kami berikan, paling lama satu hari. Kalau tidak diindahkan oleh pelaku usaha, baru kami melakukan penindakan berupa pemberian sanksi denda 1 juta rupiah,” ungkap Trisno Yunianto kepada SultengNews.com, Senin (1/8/2022) pagi.

“Pak wali sudah sampaikan, silahkan diberikan surat pernyataan dulu, berikan mereka waktu, kalau tidak ada perubahan, mereka tidak bersihkan, dan tidak sediakan tempat sampah, berarti mereka sendiri minta dirinya untuk disanksi begitu,” sambung Trisno Yunianto.

Menurutnya, ada beberapa pelaku usaha yang begitu cuek dengan kebersihan dilokasi tempat usahanya dan bahkan tidak menyediakan tempat sampah, saat timnya mendatangi beberapa pelaku usaha di kota Palu, hari ini.

“Seperti pelaku usaha rumah makan Sidrap di jalan Samratulangi yang cuek dengan kebersihan dan tidak menyediakan tempat sampah, tempat usaha Serba Lima Ribu jalan Emy Saelan tidak menyediakan tempat sampah dan cuek dengan kebersihan, rumah sakit ibu dan Anak Care She yang menyimpan pangkasan pohon dipinggir jalan untuk diberikan kesempatan mengangkut sampahnya, kalau tidak kita berikan sanksinya, dan beberapa tempat lainnya,” sebutnya.

“Tim kami terus menyelusuri ke setiap individu masyarakat dan pelaku usaha, untuk menghimbau dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh terhadap Perwali No. 37 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kebersihan,” katanya menambahkan.

Olehnya, Trisno Yunianto menghimbau kepada warga kota Palu dan warga dari luar kota Palu yang datang dan masuk ke kota Palu, bahwa di kota Palu memiliki aturan tentang Perwali No. 37 Tahun 2017, untuk diindahkan oleh seluruh warga kota Palu maupun yang datang ke kota Palu.

“Disampaikan kepada masyarakat kota Palu dan pelaku usaha serta bagi masyarakat yang baru di kota Palu, bahwa di Palu ini ada Perwali No. 37 Tahun 2017. Jadi, tidak boleh buang sampah sembarangan, membuang sampah dari atas kendaraan dan beberapa yang termuat dalam Perwali No. 37 Tahun 2017 tadi. Kami harapkan agar bisa menaati dan patuh atas Perwali yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Palu. Akibatnya akan ada sanksi bagi yang melanggar,” himbaunya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.