Kadisdikbud Sulteng : Situs Sejarah Akan Saya Komunikasikan Dengan Kemendikbud

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tengah, Irwan Lahace. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Sulawesi Tengah (Sulteng), Irwan Lahace akan berupaya untuk melakukan komunikasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia (RI) menanggapi situs peninggalan sejarah jembatan Belanda yang bangun pada 1936 di Kabupaten Parigi Moutong yang terancam hilang.

“Saya akan mencari jalan keluar, mudah-mudahan saya bisa dapat bantuan dari pusat. Saya akan laporkan hal ini kepada pihak kementerian (Kemendikbud) mengenai situs sejarah,”ujar Kadisdikbud Sulteng, Irwan Lahace saat dihubungi sultengnews.com, belum lama ini.

Dikatakan, terkait peninggalan situs sejarah masuk dalam wilayah kerja kebudayaan dalam dinas pendidikan dan kebudayaan.

Menurut Irwan, pihaknya komitmen dalam pemeliharaan situs sejarah, hanya saja saat ini masih terbatas dengan anggaran, karena recofusing anggaran akibat covid-19, sebab besarnya anggaran di dinas pendidikan dan kebudayaan yang di potong.

“Selanjutnya saya akan komunikasi lagi dengan kepala bidang saya yang berkenaan secara teknis, karena menganai situs sejarah ada bidang khusus yang menangani itu,”ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, sebenarnya situs sejarah ini ada dibeberapa tempat, seperti di Kabupaten Luwuk dan Kabupaten Parigi Moutong, untuk di Kabupaten Parigi Moutong ada dua jembatan peninggalan Belanda, salah satunya di kebun kopi.

“Sama seperti yang yang ada di Tentena, tapi karena usianya sudah tua akhirnya ada juga situs sejarah seperti jembatan ini yang sudah tidak ada lagi,”terangnya.

Dia memastikan, dinas pendidikan dan kebudayaan akan berupaya dalam menjaga dan melestarikan situs sejarah, sebab hal itu dilindungi oleh undang-undang.

“Situs sejarah itu dilindungi undang-undang, negara harus hadir,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *