Kadis Pendidikan Sulteng : Tidak Boleh Ada Pungutan Kepada Siswa Miskin

oleh -
Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Irwan Lahace menegaskan, dilarang melakukan pungutan kepada siswa miskin untuk masuk sekolah.

“Untuk pungutan, orang miskin dilarang dilakukan pemungutan. Tidak ada presentasi seperti apapun, pokonya kalau orang miskin di larangan untuk di ambil pungutan,” tegas Irwan Lahace saat wawancara dengan wartawan, di SMK Negeri 3 Palu, Selasa (30/06/2020).

Dikatakan, siswa miskin memiliki keterangan bahwa yang bersangkutan miskin harus dibuktikan dari kelurahan dan dinas terkait.

Dia menerangkan, untuk pungutan tiap daerah itu berbeda, antara Kota Palu dengan Kabupaten Luwuk itu berbeda, karena berdasarkan perhitungan indeks kemahalan kontruksi (IKK).

“Kota Palu pungutannya 140 ribu persiswa bagi orang yang mampu, kalau orang miskin jangan, karena itu dilarang sebab sudah jelas yang tertuang dalam pergub dan juknis,” terangnya.

Dia juga mengungkapkan, perlu dibedakan antara pungutan dan bantuan. Pungutan sesuai kebijakan kepala sekolah, sementara bantuan dan sumbangan dilakukan komite.

Namun, sering terjadi di beberapa kabupaten kepala sekolah tidak bisa membedakan mana pungutan yang merupakan otoritasnya dan bantuan dalam wilayah komite.

“Pungutan merupakan otoritas sekolah, sedangkan bantuan dan sumbangan otoritas komite,” tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *