Kadis Kesehatan Pastikan Sulteng Bersih Dari Virus Corona

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Tengah (Sulteng), dr. Reny Lamadjido, Sp.PK.,M.Kes, memastikan Sulteng bersih dari dampak virus corona.

Hal itu dia sampaikan, saat konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Kantor Dinas Kesehatan Sulteng, Sabtu (29/02/2020).




Dalam konfrensi pers itu, dr. Reny Lamadjido mengklarifikasi pasien yang diduga terinfeksi virus corona yang beredar isu pasien itu akan dirujuk ke Undata Palu.

Menurut dr. Reny, pasien itu adalah Warga Negara Asing (WNA) berinisial C jenis kelamin perempuan usia 71 tahun berkebangsaan Perancis. Pasien tersebut, pada 28 Februari 2020 pukul 14.30 Wita waktu Ampana, tiba dan dijemput oleh Tim RSUD Ampana dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pelabuhan Ampana karena demam.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien tidak mengalami batuk, tidak flu, tidak sesak, hanya ada gejala diare dan pasien memiliki riwayat hipertensi dan dilakukan uji klinis serta meneruskan foto poraks. Dari hasil tersebut, tidak menunjukkan adanya covid 19 atau virus corona,” jelasnya.




Reny menambahkan, saat ini pasien telah di rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Luwuk untuk mendapatkan lebih lanjut dan menangani observasi selama 14 hari.

“Insya Allah, sebelum waktu 14 hari kita sudah bisa mendapatkan hasilnya. Pasiennya itu memang secara klinis tidak terindikasi covid 19 tidak ada batuk, tidak beringus atau flu, kemudian hasil foto poraksnya juga tidak menunjukkan tanda -tanda kasus virus corona,” tandasnya.

Reny menyebutkan, sementara ini Ketua Team yang merupakan dokter spesialis paru, RS Luwuk Dr.Andi Yanti sedang melakukan penanganan terhadap pasien di RS Luwuk.




“Kenapa tidak dirujuk langsung ke Palu, karena persoalan jarak yang jauh. Pertimbangan tadi malam, kami putuskan jarak antara Ampana Luwuk lebih dekat daripada Kota Palu,” sebutnya.

Reny menerangkan, demam pasien sudah turun dari 37,7 derajat celcius turun menjadi 36,7 derajat celcius.




“Kenapa yang dipantau demam, karena kita curiga kasus corona otomatis demamnya akan naik sampai 38 derajat celcius, makanya di luwuk di observasi demamnya,” terangnya.

“Jadi saya berharap seluruh masyarakat Sulawesi Tengah tidak perlu resah tetapi waspada, melalui PHBS atau Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *