Kades Palasa Tengah dan Palasa Tangki Terpilih Komitmen Upayakan Perbaikan Irigasi

oleh -
Kondisi irigasi di Kecamatan Palasa yang tidak lagi di aliri air ke areal persawahan. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kemelut petani di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang berkepanjangan akibat air irigasi yang tak kunjung mengalir ke areal persawahan membuat petani sawah terus mengalami gagal panen.

Sawah yang berada di Kecamatan Palasa di kelola oleh petani dari Desa Palasa Tengah dan Palasa Tangki. Ratusan petani yang mengelola sawah seluas 157 hektar seakan rindu akan aliran air dari Sungai Palasa yang masuk dan berjalan melalui irigasi sampai ke areal persawahan untuk memberikan kehidupan terhadap padi-padi petani.

Ironisnya, hampir semua petani sawah harus membeli beras dari kecamatan tetangga yang mengahasilkan beras. Padahal, petani di Kecamatan Palasa sebelumnya tidak pernah membeli beras dari kecamatan tetangga bahkan kecamatan tetangga yang datang membeli beras di Kecamatan Palasa.

Melihat masalah yang menerpa para petani itu, tidak sedikit Calon Kepala Desa yang mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahun 2021 memasukan petani dalam visi misi.

Entah petani menjadi jualan politik semata atau memang dijadikan prioritas utama, tentu akan dapat dinilai dari kinerja Kepala Desa (Kades) terpilih khususnya yang berada di Desa Palasa Tengah dan Palasa Tangki.

Kades terpilih Palasa Tangki, Haris, S.Pd, M.A.P mengatakan, setelah dirinya di lantik dia akan mengupayakan agar air irigasi kembali mengalir seperti sediakala. Dia mengaku sebelumnya telah berbincang-bincang dengan beberapa petani untuk di serisuinya permasalahan tersebut.

Saat ini, kerusakan irigasi juga menjadi perhatian dari Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Parimo melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tekhnis yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Parimo yang mengucurkan anggaran sebesar Rp 100 juta untuk perencanaan pembangunan irigasi.

Namun kata Hari, baik perencanaan itu dilaksanakan atau tidak di lokasi irigasi. Dia berencana bersama pemerintah Desa (Pemdes) Palasa Tengah akan minta waktu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Parimo untuk hearing ataupun audience bersama petani.

“Yang jelas 10 atau 20 petani saya bawa ke Parigi kita akan minta waktu Anggota DPRD Kabupaten Parimo untuk bisa audience lebih khusus Dapil (Daerah Pemilihan) dari sini (Kecamatan Palasa) dan komisi yang membidangi, terserah DPRD siapa yang mereka hadirkan apakah PU atau instansi terkait lainnya,”ujar Haris saat ditemui di kediamannya, Selasa (30/03/2021).

“Itu keseriusan kami kepada petani agar irigasinya segera di perbaiki,”sambungnya.

Menurutnya, Bupati Kabupaten Parimo, sudah menseriusi masalah irigasi di Kecamatan Palasa, karena telah menyediakan anggaran perencanaan. Pastinya, bagi dia, hal ini bukan anggaran kecil, perencanaannya saja sudah mencapai Rp 100 juta, pembangunannya pasti akan memakan anggaran lebih besar lagi. Tetapi, petani masih penasaran jika di Tahun 2021, masih sebatas perencanaan, maka Haris mempertanyakan kapan petani akan mendapatkan irigasi permanen.

“Harapannya setelah lebaran setelah kita resmi menjadi kepala desa saya akan mengandeng Desa Palasa untuk upaya penanganan irigasi, bagaimana pun irigasi yang ada di Kecamatan Palasa di kelola oleh petani di dua Desa Palasa dan Palasa Tangki,”ucapnya.

Untuk Dana Desa (DD), Hari menerangkan, akan dilihat terlebih dahulu aturan, kalau memang aturan membenarkan untuk memakai DD, maka dia tidak akan ragu melakukan pembangunan dengan DD, karena demi kepentingan masyarakat.

“Kalau memang dibenarkan dalam aturan bisa menggunakan dana desa, kenapa tidak, betapa pun kalau bisa dana desa saya akan lakukan kenapa tidak, tidak ada soal bagi saya yang terpenting ini demi keuntungan orang banyak,”terangnya.

“Cuman setau saya dana desa tidak bisa untuk dibangunkan irigasi induk, jadi kalau hanya salurannya atau pembersihannya itu memungkinkan, tapi kalau misalnya dengan Pemda sudah dicairkan dan dana desa ada, kita tinggal minta rekomendasi dari Bupati untuk dana desa dengan tujuan pembangunan irogasi dengan sekian ratus juta semua kita anggarkan untuk irigasi tidak ada soal selama aturan memberikan peluang,”lanjut Haris.

Ditemui secara terpisah, Kades Palasa Tengah terpilih yang merupakan Incumbent, Asalin menyebut, setelah dirinya terpilih kembali menjadi kepala desa, tentu persoalan yang dialami petani menjadi prioritas khususnya tentang penanganan masalah irigasi, karena irigasi ini, kata dia, sangat dibutuhkan oleh dua desa, karena sumber pencarian masyarakat di desa Palasa Tengah dan Palasa Tangki lebih banyak bertani.

Asalin pun senada dengan Kades Palasa Tengki terpilih, yang berencana akan bekerjasama, terlebih dahulu dia akan melakukan komunikasi dengan Kades Palasa Tengki terpili untuk melakukan disukai sekaitan langkah seperti apa yang akan lakukan kedua pemimpin desa itu.

“Karena sebelumnya dengan Kepala Desa Palasa Tangki lama, saya juga sudah melakukan komunikasi dan sudah ada upaya dari saya untuk melakukan musyawarah di dua desa dan melibatkan pemerintahan di kecamatan terutama UPTD Pertanian,”sebutnya.

“Saya terlebih dahulu melakukan komunikasi dengan Kades Palasa Tangki yang baru dan melibatkan petani, karena kita tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan dari petani,”tambah Asalin.

Asalin juga bersyukur, karena telah ada kabar gembira terkait perencanaan pemerintah untuk pembangunan di lokasi irigasi itu. Akan tetapi, kata dia, itu masih dalam sebatas perencanaan. Karena selama setahun ini sudah banyak upaya yang dilakukan petani dan komitmen dengan salah satu perusahaan yang ada di Kecamatan Palasa untuk perbaikan irigasi, namun belum membuahkan hasil yang baik.

“Selama ini ada bantuan alat berat dari perusahaan, sebenarnya sudah bagus juga upaya dari mereka hanya saja kalau ditimbun semuanya sia-sia, karena air sungai disini kita bisa tau bagaimana derasnya ketika banjir datang,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *