Kades Palasa Tangki Berhasil Selesaikan Kemelut Petani Palasa

oleh -
Kondisi Irigasi Palasa yang telah di aliri air. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kemelut berkepanjangan yang dirasakan petani sawah di Kacamatan Palasa, kini telah usai. Warga Kecamatan Palasa menyambut riang gembira setelah irigasi untuk pengairan sawah mereka telah berfungsi kembali, setelah dua tahun lebih lamanya irigasi itu mengalami kerusakan.

Petani sawah dari dua desa yakni Desa Palasa Tangki dan Desa Palasa di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) selama dua tahun itu harus mengalami gagal panen yakni kurun waktu tahun 2019 sampai 2021.

Bahkan, tidak sedikit petani sawah yang mengalih fungsikan lahannya dengan tanaman seperti bawang dan jagung untuk mendapati penghasilan sebagai cara mempertahankan kehidupan.

Segala perjuangan mulai dari menyodorkan proposal permohonan perbaikan irigasi kepada Pemerintah Kabupaten Parimo maupun Anggota DPRD Kabupaten Parimo sudah diupayakan, namun belum menemui hasilnya.

Barangkali belum genap setahun, kehadiran Kepala Desa (Kades) Palasa Tangk, Haris, S.Pd M.A.P yang berhasil menang pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2020 sudah menunjukkan tajinya. Namun, hal itu tidak terlepas dari dorongan dan desakan dari kaum Pemuda yang tergabung dalam Forum Juang Palasa Melawan (FJPM) dan Masyarakat Desa Palasa Tangki agar Kades Palasa Tangki baru harus segera menyelesaikan permasalahan kerusakan irigasi.

“Satu bulan yang lalu ini juga memang berdasarkan tuntutan masyarakat, sehingga membuat kami harus bergerak terkait kondisi Irigasi Palasa yang saat itu belum dialiri air,”ujar Haris saat ditemui setelah mengikuti Rakor di Polsek Tomini, Kamis (05/08/2021).

Haris mengatakan, hasil keputusan pada rapat dengan masyarakat selanjutnya tindaklanjuti oleh Pemerintah Desa Palasa Tangki,  dengan adanya kerjasama PT Tunggal Manunggal Jaya (TMJ) yang bertanggungjawab dan siap membantu Desa Palasa Tangki untuk menyelesaikan semua persoalan-persoalan yang dialami Desa Palasa Tangki lebih khusus terkait dengan perbaikan Irigasi Palasa.

Menurut Haris, karena kondisi Irigasi Palasa sebelum ditangani pihaknya bersama PT TMJ  dalam kondisi sangat parah dan sangat luar biasa tingkat kerusakannya. Bahkan, jika anggarkan menggunakan dana desa, kata dia, mungkin akan menelan ratusan juta dalam pembiayaannya.

“Tetapi berkat rasa optimisme kami selaku pemerintah desa dibantu masyarakat dan dibantu PT TMJ, pelan-pelan persoalan itu mulai kami hilangkan,”ucapnya.

Pada tahapan yang dilakukan sesuai keputusan rapat terkahir pemerintah desa, masyarakat, dan PT TMJ yaitu harus memobilisasi  batu amor atau biasa disebut batu gajah.

“Kami menggunakan alat dalam memobilisasi batu gajah itu kurang lebih 12 kali, kami pakai alat PT TMJ, kemudian sekitar 7 kali kita fokus mobilisasi batu gajah dan material pasir, namun ada 5 hari berturut-turut kita fokus penyusunan batu gajah, alhamdulilah hasil dari kerja keras yang kami lakukan selaku pemerintah desa, masyarakat dan PT TMJ yaitu yang kita saksikan hari ini, sudah ada air,”terangnya.

Tetapi bagi Haris, dirinya bersama masyarakat belum merasa puas karena kondisi Irigasi Palasa yang mengalami kerusakan parah, ternyata air yang sudah masuk, dianggap belum cukup untuk mengaliri sawah secara keseluruhan, sehingga langkah selanjutnya yakni melakukan perbaikan saluran yang memang harus dibenahi.

“Dua hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu saya bersama masyarakat Desa Palasa Tangki dan Desa Palasa ikut berpartisipasi membersihkan saluran, alhamdulilah volume air sudah mulai bertambah dan agak bagus,”jelasnya.

“Tapi masih ada lagi upaya yang kita lakukan menyurat ke PU (PUPR) untuk mendatangkan boronjong, surat kami ke PU difasilitasi Anggota DPRD Kabupaten Parimo, Yandra dari Fraksi Hanura kita dapat lagi bantuan boronjong,”tambah Haris.

Pemerintah Desa Palasa Tangki akan kembali berbicara dengan Tim Teknis PUPR Kabupaten Parimo dalam pemasangan posisi boronjong yang memang diupayakan untuk ditempatkan di intake irigasi.

“Termasuk kami masih mencari batu gajah sebanyak 2 truk supaya kondisi air ini betul-betul dirasakan oleh masyarakat,”tutur Mantan Komisioner KPU Kabupaten Parimo itu.

Bentangan Irigasi Palasa bukan hanya dari batu gajah saja, tapi menggunakan tenda bantuan dari masyarakat, baik masyarakat Desa Palasa Tangki, Desa Palasa dan Pemerintah Desa Palasa.

“Jadi bentangan yang kita buat sekarang yang masyarakat bisa liat, batu gajah dulu, kemudian material pasir batu, ditutupi dengan tenda dan material lagi dari atas. Kegunaan tenda itu sesuai perkataan dari pengamat pengairan untuk mengurangi rembesan air. Dengan begitu air akan fokus ke mulut irigasi,”jelasnya.

“Mudah-mudahan kedepan kita tidak ada kendala lagi di irigasi, tetapi masih ada lagi tanggungjawab yang perlu diselesaikan karena Insya Allah satu atau dua hari kedepan saya menyurat ke PU Kabupaten Parimo, karena masih ada 50 meter saluran yang belum di beton. Jika sudah diperbaiki saluran itu, maka air tujuannya bisa langsung ke sawah,”tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.