Kades Anutapura Kembalikan Uang BLT Yang Dipotong

oleh -
Kades Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu, Parigi Moutong, Isnaini Tanderima (Tengah) menghadiri pertemuan desa membahas polemik pemotongan BLT. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kepala Desa Anutapura, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Isnaeni Tanderima mengembalikan dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang beberapa waktu lalu sempat ribut karena dipotong sebesar Rp 100 ribu.

Pengembalian itu dilakukan dalam pertemuan bersama penerima bantuan yang dihadiri Babinkamtibmas dan pihak kecamatan serta seluruh penerima bantuan yang jumlahnya 160 orang.

Sebelum dilakukan pengembalian, Isnaeni memberikan sambutan terlebih dahulu kepada masyarakat yang hadir.

Dalam penjelasannya, ia mengklarifikasi bahwa tidak benar ada pemotongan yang ada hanyalah sumbangan untuk pembangunan Kantor Desa. Sebelumnya warga semua telah sepakat.

“Saya pikir ide itu bagus. Apalagi selama menjabat saya tidak pernah meminta uang sepersepun sama masyarakat. Saya pikir ini saatnya minta bantuan masyarakat,” jelas Isnaini.

Seorang warga saat menerima pengembalian dana BLT yang dipotong pihak desa untuk keperluan pembangunan kantor desa. FOTO : IST

Ternyata, keputusan itu salah. Ia mengaku keliru. Hal itu ia simpulkan dari hasil pembicaraannya dengan berbagai pihak.

“Semua orang tidak ada yang sempurna. Semua pernah khilaf. Melalui kesempatan ini saya mohon maaf atas kekeliruan ini. Kami bersama BPD dan Pemerintah Desa memohon maaf,”ujarnya lagi.

Dalam sambutannya ia meminta kepada masyarakat agar tidak lagi mengeluhkan persoalan desa di media sosial, tapi cukup mendatangi pihak desa untuk mendapat penjelasan.

“Intinya itu tidak ada pemotongan. Hanya minta sumbangan di waktu yang tidak tepat. Demi Allah, Demi Rasulullah tidak bermaksud mencari keuntungan. Saya bapak dari seluruh warga desa apa tega mau makan anaknya sendiri. Tapi inilah resiko sebagai pemimpin. Dua periode saya jadi Kades belum pernah minta-minta sumbangan untuk pembangunan. Pas pertama minta sumbangan langsung bermasalah. Allah menjadi saksi niat ini,” tulisnya dalam pesan WhatAaps (WA).

Kepada wartawan ini ia juga mengklarifikasi keterangannya dalam berita sebelumnya bahwa masyarakat tidak tahu terimakasih.

Warga menunggu giliran pengembalian uang BLT yang dipotong pihak desa pada pencairan beberapa waktu lalu. FOTO : IST

“Kayaknya bahasa itu keliru,”tutur Isnaeni.
Acara tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pembagian vitamin untuk masyarakat agar kuat menghadapi Virus Corona.

“Masalah ini saya pikir sudah selesai. Jadi jangan lagi ada saling benci,” tutup Isnaeni.

Sebelumnya persoalan ini mencuat melalui akun media sosial Facebook atas nama Iis Ariska. Ia mengunggah sebuah komentar bernada keluhan tentang kebijakan pemotongan tersebut di sebuah grup Facebook. Komentarnya tak lama viral. Banyak netizen yang menyalahkan penerapan itu. Namun tak sedikit juga yang mencibir Iis bahkan mengintimidasinya.

Tidak lama setelah itu, Kades Anutapura, Isnaini ikut mengunggah pernyataan yang menjelaskan tentang kronologi pemotongan tersebut. Namun karena banyaknya protes dan cibiran dari netizen status itu sudah hilang dari grup. INT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *