Kabupaten Sigi Lakukan PSU di 3 Kecamatan

oleh -
Ketua Steny Mariny Pettalolo, saat ditemui sultengnews.com di kantor Bawaslu Sulteng. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

SIGI, SULTENGNEWS.COM – Kabupaten Sigi pasca Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020, melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di tiga kecamatan.

Hal itu disampaikan Ketua Steny Mariny Pettalolo, saat ditemui sultengnews.com di kantor Bawaslu Sulteng, Senin (14/12/2020).

“Untuk Kabupaten Sigi ada 3 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang direkomendasikan oleh Bawaslu. 3 TPS ini ada di 3 Kecamatan yakni Kecamatan Biromaru Desa Kalukubula TPS 11, Kecamatan Kulawi Desa Pevunu TPS 1, dan yang barusan dilaksanakan hari ini di Kecamatan Dolo Bara Desa Kaleke TPS 2, begitu juga di Kecamatan Kulawi Desa Pevunu, jadi untuk Kabupaten Sigi totalnya 3 TPS yang direkomendasikan untuk PSU,”ujarnya.

Steny mengatakan, untuk Kabupaten Sigi pasca voting day kemarin 9 Desember 2020, Bawaslu Kabupaten Sigi melalui Panwas kecamatan mengeluarkan rekomendasi kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan di tindaklanjuti oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sigi terkait dengan pelaksanaan PSU.

Menurut Steny, dalam PSU tersebut angka pemilih masyarakat tidak mengalami penurunan, seperti halnya di TPS 1 pevunu jumlah DPT-nya sebanyak 328 pemilih dari jumlah DPT 328 pemilih pada voting day 9 Desember 2020, pemilih pengguna surat suara totalnya 297 pemilih, jadi yang diberikan lagi surat pemberitahuan pada saat PSU, bukan lagi sejumlah DPT 328 pemilih, tetapi pemilih yang sudah menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 yaitu sebanyak 297 pemilih.

“Pemilih yang diberikan surat pemberitahuan adalah pemilih yang menggunakan hak pilihnya pada 9 Desember 2020, sehingga bagi mereka yang tidak menggunakan hak pilihnya tidak lagi diberikan surat pemberitahuan untuk memilih,”jelasnya.

Steny menyampaikan, bahwa Kabupaten Sigi sekaitan PSU dilaksanakan selama dua hari di yaitu pada 13 dan 14 Desember 2020.

“Tapi partisipasi terus meningkat walaupun bukan di hari libur antusias masyarakat datang ke TPS sama seperti pada 9 Desember mungkin karena Pilkada Jadi mereka mungkin takut jangan sampai kehilangan jagoannya,”tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *