Kabar Gembira..!! Dua Pasien di Ruang Isolasi RS Undata Negatif Virus Corona

oleh -
Kadis Kesehatan Dulteng, dr Reny A. Lamadjido bersama Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinkes Sulteng, dr Muh Saleh Amin saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Sulteng, Kamis (19/03/2020). FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Informasi terbaru terkait penanganan dua pasien yang dirawat di ruang diisolasi Rumah Sakit (RS) Undata, menunjukan kabar menggembirakan.

Hasil laboratorium dari sampel darah dua pasien itu, menunjukan bahwa keduanya negatif atau tidak terjangkit sama sekali dengan virus corona atau covid 19. Demam yang dialami dua pasien yang sudah di isolasi sejak Sabtu malam (14/3/2020) itu, hanyalah demam biasa.

“Setelah hasil pemeriksaan laboratorium di Jakarta terhadap sampel darah dua pasien yang saat ini di rawat di undata, menunjukan bahwa keduanya negatif dari virus corona. Begitu juga TKA dari Ampana yang dirujuk ke Rumah Sakit di Luwuk,” terang Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sulteng, dr Muh Saleh Amin saat konferensi pers di Kantor Dinas Kesehatan Sulteng, Kamis (19/03/2020).

Dia menjelaskan, dari 5 orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Dinas Kesehatan Sulteng, 3 orang dinyatakan negatif yakni pasien kode 01 TKA dari Ampana, serta kode 02 dan 03 yang saat ini masih di rawat di ruang isolasi RS Undata.

Sementara pasien kode 04 dan 05, saat ini masih di rawat juga di ruang isolasi RS Anutapura Palu. Status kedua pasien ini, masih menunggi hasil laboratorium sampel darah yang juga telah dikirim ke Jakarta, namun belum keluar hasilnya.

“Semua pasien kami beri kode angka 01 sampai 05 sebagai penanda PDP. Pasien 01 yakni TKA dari Ampana hasilnya negatif. Pasien 02 dan 03 adalah yang dirawat di RS Undata, hasilnya juga negatif. Sedangkan pasien kode 04 dan 05, masih di rawat di ruang isolasi RS Anutapura dan belum keluar hasil labnya,” ujar dr. Muh Saleh Amin.

“Mungkin setelah lima hari, baru diketahui hasilnya. Kenapa ada 5 hari, sebab pertama ada dua seleksi pemeriksaan yakni psiart dengan waktu 2 hari, dilanjutkan dengan melalui sekuensing, butuh waktu sampai 3 hari, sehingga hasilnya baru bisa diketahui 5 hari,” jelas dr. Muh. Saleh Amin.

Dia menjelaskan, jika mengikuti pedoman yang lama, apabila ada PDP negatif kemudian dilakukan pemeriksaan sekali, maka PDP boleh dipulangkan, tetapi kalau pedoman terbaru, PDP harus dua kali menjalani pemerikasaan.

“Pemeriksaan PDP yang negatif, sekarang masih menunggu pemeriksaan sekali lagi. Kami sudah menunggu, harus dua kali diperiksa. Jika negatif selama dua kali, maka orang itu divonis aman dari virus corona dan bisa dipulangkan,” jelasnya.

Hal itu kata dr. Saleh Amin, sesuai dengan pedoman dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang sudah tiga kali direvisi pada 16 Maret 2020. Pedoman itu yang mensyaratkan PDP harus 2 kali negatif.

“Sampel untuk dua pasien yakni 04 dan 05 sudah di kirim, kita tinggal menunggu hasil lab. Sementara kondisi dua PDP yang berbeda di Rumah Sakit Undata sudah membaik,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, dr Reny A. Lamadjido menyampaikan, selain terus memantau PDP yang sudah dirawat di ruang isolasi, Dinkes juga terus mantau beberapa warga Palu dengan status Orang Dalam Pemamtauan (ODP).

Dari 57 warga Sulteng yang dipantau Dinkes setelah pulang dari negara pandemik virus vorona dan beberapa daera di Indonesia yang sudah menjangkit virus corona, baru 4 warga yang sudah masuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) Dinkes Sulteng.

“Empat warga tersebut, memenuhi syarat ODP setelah dipantau kondisi kesehatannya, karena mengalami gejala demam dan batuk,” ujar dr. Reny sapaan akrab Kadis Kesehatan Sulteng ini.

Menurut dr. Reny, penetapan status ODP itu dibuktikan ketika pasien mengalami gajala mengarah pada ciri – ciri gejala virus corona, maka warga tersebut diketegorikan ODP.

“Kalau gejalanya mengarah ke virus corona, barulah bisa disebut ODP,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *