Jubir AMPIBI : Penyampaian Kasi Penkum Kejati Sulteng Normatif Tapi Tidak Rasional

oleh -
Juru Bicara AMPIBI, Fadli Arifin Azis. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Ketua AMPIBI Parimo, H. Rahman P. Ondo melalui Juru Bicara (Jubir) AMPIBI, Fadli Arifin Azis menyebut bahwa pernyataan yang dikeluarkan oleh Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tengah (Sulteng), Reza Hidayat,  SH, MH seperti pemberitaan sebelumnya di media ini bagi dia penyampaian normatif namun tidak rasional.

“Saya kira apa yang disampaikan Kasi Penkum Kejati Sulteng, Saudara Reza Hidayat, itu normatif tapi tidak rasional,” ujar Fadli Arifin Azis kepada sultengnews.com, Rabu (11/08/2021).

Menurut Fadli, pernyataan terkait adanya tekanan terhadap kasus korupsi lahan fiktif, baginya Kejati Sulteng harusnya menganggap pernyataan dari pihaknya merupakan masukan. Bahkan, kata dia, yang perlu di sahuti oleh Kejati Sulteng dengan cara memberi penjelasan penundaan penahanan terhadap mantan Kabag PUM Parimo, ZF.

“Beliau menyampaikan soal tekanan dan intervensi, harusnya Kejati jangan anggap itu intervensi. Jadikan itu masukan atau kemudian tampil ke publik menyampaikan keterangan resmi mengapa satu tersangka tidak juga di tahan. Itu baru kerja profesional,” terangnya.

“Kami ini organisasi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kami justru membantu kerja-kerja penegakan hukum, jangan beliau samakan kami dengan kekuasaan atau kekuatan politik yang mau mengintervensi hukum, itu tidak apple to apple,” tambah Fadli.

Secara tegas Fadli mengatakan, akan begitu banyak upaya yang dilakukan AMPIBI agar kasus ini dan kasus-kasus lain tuntas dengan segera. Sebab,  kata dia, laporan dari pihaknya sudah setahun lebih lamanya. Sehingga, hal itu menjadi tanggungjawab AMPIBI yang saat ini hadir mengawal dan mencurahkan kepedulian melihat banyaknya masalah dari dugaan praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Parimo untuk mendorong Kejati Sulteng menyelesaikan kasus-kasus yang dilaporkan.

“Termasuk langkah untuk menyurati bahkan untuk melakukan aksi demonstrasi di Kejaksaan Agung,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fadli mengungkapkan, pihaknya tidak pernah menuduh bahwa Mantan Kabag PUM Parimo dan Kejati Sulteng bermain ‘kongkalikong’. Namun, bagi Fadli opini ‘kongkalikong’ dengan sendirinya muncul di masyarakat karena ketika Mantan Kabag PUM Parimo ditetapkan sebagai tersangka tapi belum dilakukan penahan berbanding terbalik dengan AR dan RM.

“Kami tidak menuduh (adanya ‘konglalikong) namun percakapan di ruang publik hari ini kurang lebih isunya seperti itu (ada ‘kongkalikong’). Kalau kita mereview soal lahan ini, kasus ini kan sudah pernah di laporkan oleh masyarakat ke Kejaksaan Negeri Parimo dan saya ingat jelas saat itu Kasi Pidsusnya adalah sodara Reza Hidayat. Tapi alhamdulillah sudah menetapkan tiga tersangka saat ini,” tandasnya.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.