Jelang Debat Kedua Cagub Dan Cawagub Sulteng, Ini Tawaran Dekan FISIP Untad

oleh -
Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Muhammad Khairil,M.Si.FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM- Menjelang debat kedua Calon Gubernur (Cagub) dan Wakil Gubernur (Cawagub) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang rencananya diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulteng pada 14 November 2020, mendapat respon dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Muhammad Khairil,M.Si.

Khairil mengatakan, membahas pendidikan baginya, ketika ingin menjadikan orang profesor harus profesor juga, dan saat berkeinginan mendorong orang menjadi doktor, maka harus doktor juga.

“Karena maknanya, ketika mengkritik orang perlu bercermin dulu, itu dalam dunia akademis,”kata Prof. Dr. Muhammad Khairil,M.Si, saat ditemui sultengnews, di ruang kerjanya, Selasa (10/11/2020).

Dalam debat kedua, menurut Khairil, perlu dibahas kekurangan dalam pendidikan seperti Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bahkan sampai tingkat Sekolah Dasar (SD) di masa pandemi covid-19.

Khairil menerangkan, di era pandemi covid-19 sekarang ini, semua orang jenuh dengan pembelajaran online. Bahkan di kampus saja, ada program rindu kampus, karena mahasiswa membutuhkan pertemuan secara face to face atau pertemuan tatap muka.

“Saya juga berpikir proses persekolahan tatap muka diperbolehkan, namun di atur, tidak harus Senin sampai Jumat, cukup Senin sampai Rabu, dengan cara pembagian kelas yang semulanya jumlah pelajar 50 orang perkelas, cukup menjadi 20 orang,”terangnya.

Sehingga, kata dia, proses interaksi itu tetap ada, yang perlu diperhatikan juga soal protokoler kesehatan pelajar, jika terdapat pelajar yang mengalami meriang sebaiknya orang tua melarang yang bersangkutan pergi sekolah.

“Begitu juga sampai di sekolah wajib digunakan tes suhu tubuh, apabila ada yang mengalami demam, maka harus dipulangkan dan semua sekolah harus menyiapkan handsanitaizer,”ucapnya.

Dengan begitu, menurut Khair Sulteng tidak kehilangan ruh pendidikan. Sekarang ini ruh pendidikan di daerah Sulteng lemah, karena seolah-olah semua serba bisa dengan cara online dan ini harus menjadi evaluasi pemerintah juga.

Khairil menegaskan, kepedulian pendidikan harus ditingkatkan, terlebih lagi terkait alokasi anggaran, berapapun alokasi anggaran yang diterapkan undang-undang harus dipenuhi pemerintah sekarang dan berikutnya, karena sumber daya manusia berlandaskan dari pendidikan.

“Perkuat dunia pendidikan, ciptakan intelektual muda yang visioner dan itu yang akan menjadi investasi bangsa dalam proses regenerasi kepemimpinan selanjutnya,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *