Jatam Sulteng Desak Pemprov Evaluasi Tambang Galian C

oleh -

Keterangan Foto :

Koordinator Aksi, Mohammad Tauhid saat memimpin aksi tolak Tambang. FOTO : BAIM/SN

PALU, SULTENGNEWS.com – Tak henti-hentinya para aktivis lingkungan berdemonstrasi menolak segala aktivitas pertambangan yang terus beroperasi dibeberapa bagian Kota Palu, salah satunya terjadi di Kecamatan Buluri, Palu Barat.

Jaringan Advokasi Tambang (JATAM) Sulteng, kembali turun ke jalan menyuarakan keluh kesah aktivitas itu. Belum lagi dampak yang diakibatkan diantaranya Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) serta hilangnya sumber kehidupan nelayan masyarakat pesisir.

Aksi yang melibatkan belasan mahasiswa tersebut, dikoordinatori oleh Muhammad Tauhid dengan mengusung isu “Selamatkan Teluk Palu dari Kepungan Tambang”.

Dalam orasinya, dia mengungkapan dari catatan JATAM Sulteng, sepanjang pesisir pantai Teluk Palu, tidak kurang dari 27 perusahaan tambang galian C yang beroperasi, 10 diantaranya berada dikawasan adminitratif Kota Palu dan 17 lainya di Kabupaten Donggala.

“Teluk Palu kini dikerumuni aktivitas perusahaan tambang Sirtukil yang terus memberikan dampak kerusakan lingkungan yang massif, juga mengancam kelangsungan hidup biota laut dan terumbung karang yang tentunya mengancam sumber kehidupan”, bebernya.

Dikesempatan yang sama, mahasiswa lainnya juga menyuarakan bagaimana dampak yang juga sangat diresahkan oleh masyarakat yang tinggal di lingkungan pertambangan ialah ancaman penyakit ISPA.

“Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala Jumlah masyarakat yang terinfeksi hampir 500 orang perbulannya, angka di dominasi anak-anak,” tegasnya. BAM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *