Jalan Terjal Pasangan AS, Mungkinkah Golkar dan Perindo Bisa Didapatkan..?

oleh -

Peta politik Sulteng mulai terlihat warnanya setelah Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) memutuskan pilihan untuk mengusung Pasangan Calon (Paslon) Hidayat Lamakarate – Bartholomeus Tandigala (Hidayat – Bartho) untuk di usung di Pilgub Sulteng, 9 Desember 2020.

Oleh : Mahful Haruna

Atmosfir Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng pada Pilkada serentak 9 Desember 2020, mulai menggeliat dan suhunya mulai memanas setelah PDIP menjatuhkan pilihan kepada pasangan Hidayat – Bartho.

Dengan demikian, hingga saat ini pasangan yang telah jelas mendapatkan “perahu” baru dua pasang yakni Rusdy Mastura – Ma’mun Amir (Cudi – Ma’mun) dan Hidayat Bartho.

Pasangan Cudi – Ma’mun akan diusung empat partai yakni Nasdem (7 kursi), PKS (4 kursi), PKB (4 kursi) dan Hanura (2 kursi) total 17 kursi di DPRD Sulteng. Sementara pasangan Hidayat – Bartho akan diusung dua partai yakni Gerindra (6 kursi) dan PDIP (6 kursi) total 12 kursi di DPRD Sulteng.

Lalu bagaimana dengan pasangan Anwar Hafid – Sigit Purnomon Said (AS)..?

Jika melihat sisa partai di DPRD Sulteng yang belum menyatakan secara terang – terangan mengusung pasangan calon, tinggal Golkar (7 kursi) dan Perindo (2 kursi). Apakah pasangan AS mampu mendapatkan simpati dua partai ini untuk mengusungnya di Pilgub Sulteng..? Jawabannya sangat lah sulit, sebab dua partai ini sejak awal telah mengeluarkan surat rekomendasi kepada pasangan Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) – Clement Efraim Musa.

Namun hingga kini, kedua partai yakni Golkar dan Perindo belum berani mengeluarkan surat keputusan B1 KWK sebagai syarat pendaftaran di KPU kepada pasangan NDB – Clement Efraim Musa. Tentunya ini masih membuka ruang bagi pasangan AS untuk mendapatkan Golkar atau Perindo.

Anwar Hafid sendiri saat dihubungi sultengnews.com beberapa waktu lalu, mengaku masih terus melakukan komunikasi intensif kepada DPP Golkar dan DPP Perindo, sehingga dirinya masih optimis bisa mendapatkan salah satu dari dua partai itu.

“Kita juga masih terus membangun komunikasi serius dengan Golkar dan Perindo,” ujar Anwar Hafid kala itu.

Saat ini, pasangan AS sudah mengantongi 7 kursi dukungan yakni Damokrat (4 kursi), PAN (2 kursi) dan PPP (1 kursi), sehingga pasangan AS tinggal butuh tambahan 2 kursi lagi sudah cukup mengantarkan mereka mendadtar di KPU sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulteng.

Tantangan bagi pasangan AS, karena hingga kini pasangan Cudi – Ma’mun masih terus menjalin komunikasi serius juga dengan petinggi Partai Golkar dan Perindo, sehingga dukungan kedua partai ini juga masih terbuka lebar mengusung Cudi – Ma’mun meskipun kini sudah mendapatkan 17 kursi.

Bahkan rumor berhembus kencang menyebutkan, partai Golkar dan Perindo sudah sepakat akan mengusung pasangan Cudi – Ma’mun. Jika akhirnya Golkar dan Perindo mengusung Cudi – Ma’mun, maka pasangan ini akan mendapatkan 26 kursi.

Mampukah pasangan AS meraih simpati partai Golkar dan Perindo untuk mengusung pasangan ini di Pilgub Sulteng 9 Desember 2020, menarik untuk dinantikan. Yang pasti, pasangan AS akan menempuh jalan terjal untuk bisa berhasil mendaftar di KPU, karena partai tersisa Golkar dan Perindo yang belum memutuskan sikap mengusung pasangan calon di Pilgub Sulteng.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *