Jadi Narasumber Seminar di IUN Datokarama, Kepala Kesbangpol Palu Tekankan Mahasiswa Fokus Tuntut Ilmu

oleh -
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Ansyar Sutiadi menjadi salah satu Narasumber dalam Seminar Nasional di Aula Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu pada Senin, 8 November 2021. FOTO : HUMAS PEMKOT PALU

PALU, SULTENGNEWS.COM – Wali Kota Palu diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palu, Ansyar Sutiadi menjadi salah satu Narasumber dalam Seminar Nasional di Aula Dakwah Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu pada Senin, 8 November 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (HMPS-MPI) UIN Datokarama Palu ini mengangkat tema “Peran Pendidikan dalam Mensejahterakan untuk Mengatasi Persoalan Kesenjangan Ekonomi.”

Dalam paparannya, Ansyar Sutiadi menjelaskan bahwa rentan waktu yang dibutuhkan untuk menempuh pendidikan di Indonesia hampir 20 tahun dan selama itulah waktu dibutuhkan untuk menghasilkan Sumber Daya Manusia.

“Dimana satu tahun wajib PAUD, enam tahun di SD, tiga tahun SMA, empat tahun paling cepat kita menempuh pendidikan S1 ditambah lagi sekitar 3 tahun untuk S2, maka hampir 20 tahun menghasilkan Sumber Daya Manusia,” ujarnya.

Menurutnya, kalau berbicara tentang pengembangan Sumber Daya Manusia berarti berbicara tentang pendidikan, olehnya ia berharap kepada para mahasiswa yang sementara menuntut pendidikan di UIN Datokarama Palu agar betul-betul fokus menuntut ilmu.

Pendidikan, katanya adalah kunci dari pengembangan Sumber Daya Manusia, karena kalau berbicara tentang pengembangan ekonomi, pelakunya adalah manusia.

“Mendorong pendidikan dan ekonomi tapi tidak berbasis kearifan lokal dan keagamaan, maka kita akan jadi seorang kapitalis. Kita akan menjadi orang yang tidak peduli dengan orang lain,” lanjutnya.

Ia mengatakan aktivitas di luar pendidikan formal seperti ekstrakurikuler juga sangat mendorong, namun jangan sampai membuat mahasiswa terlena hingga menunda penyelesaian studi yang seharusnya bisa ditempuh sekitar empat tahun, namun bisa lebih dari itu. ***

“Kalau kita terlena, orang tua kita yang sudah berharap menghadiri wisuda, tapi sudah lebih dari lima tahun kita belum juga wisuda-wisuda. Saya mohon jangan kita terlena,” ungkapnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.