Ismail Yunus: Pemerintah Harus Hadir dalam Penanganan Lansia

oleh -
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ismail Yunus. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Salah seorang anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ismail Yunus, komisi IV bidang Kesejahteraan Sosial, datang berkunjung ke yayasan Alkautsar Palu, beralamat di jalan Pue Bongo, kelurahan Pengawu, kecamatan Tatanga, perihal viralnya Lanjut Usia (Lansia) dan anak-anak panti kelaparan.

Ismail Yunus Anggota DPRD Sulteng, saat berkunjung dan melihat langsung Lansia di yayasan Alkautsar Palu.
FOTO : IST

Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Ismail Yunus, menerangkan, mestinya pemerintah harus hadir dalam penanggulangan kesejahteraan bagi para Lansia dan anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Sebab menurut Ismail Yunus, anggaran untuk pemenuhan kebutuhan kesejahteraan bagi para Lansia dan anak-anak panti, ada melekat anggaran di pemerintah.

“Seharusnya pemerintah harus hadir ditengah-tengah masalah seperti ini,” kata Ismail Yunus kepada SultengNews.com, saat konferensi pers bersama awak media di yayasan Alkautsar Palu, Rabu (23/2/2022).

“Anggaran yang sifatnya seperti ini ada. Panti asuhan kan semuanya bukan milik negara, banyak juga yang dikelolah oleh swasta, perorangan, itu yang nanti kita perjelas dalam rapat dengan dinas sosial,” sambung dia.

Dalam waktu dekat, tambah Ismail, berencana akan memanggil instansi terkait untuk menanyakan dan menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di wilayah Sulawesi Tengah, termasuk permasalahan panti jompo yayasan Alkautsar Palu.

“Saya juga belum bisa jawab, apakah benar selama 18 tahun tidak pernah ada bantuan masuk ke yayasan Alkautsar Palu, karena saya harus tanya dulu ke dinas terkait,” sebutnya.

“Kita akan tanya bagaimana keadaan yang sebenarnya dan kenapa tidak sampai tersentuh, ini yang perlu nanti diklarifikasi sama mereka. Akan tetapi yang jelas bahwa dari segi kemanusiaannya, mau dia swasta mau dia negeri, yang jelas di dalamnya ada manusia yang membutuhkan dan perlu kita perhatikan,” bebernya.

“Insya Allah dalam waktu dekat, hari ini kita coba mengundang atau besok, dinas terkait untuk menanyakan hal tersebut. Tentunya kita harus mendengar informasi yang valid dari dinas terkait mengenai program yang sudah pernah dikucurkan kesini. Nanti kita duduk bersama, yang terpenting adalah solusi, bagaimana supaya lansia yang ada disini tidak terlantar,” jelas Ismail Yunus.

Terpisah, Ketua Yayasan Alkautsar Palu Sabrin O Ladongi, mengatakan, apa yang telah disebar di media sosial terkait dengan kenyataan lansia dan anak-anak yang kelaparan dan hanya makan nasi tanpa lauk pauk, itu benar adanya.

Kemudian, dia tegaskan, secara teknis, dinas sosial kota Palu maupun Dinas Sosial provinsi Sulawesi Tengah, dalam upaya memperhatikan nasib para lansia dan anak-anak panti masih sangat kurang perhatian dan kepeduliannya.

“Intinya, silahkan nonton video yang sudah tersebar, apa yang ada di dalam video tersebut Insya Allah benar adanya,” singkat Sabrin selaku ketua Yayasan Alkautsar Palu.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.