Iskindo dan BTGF Salurkan Bantuan Kepada Nelayan Terdampak Bencana di Sulteng

oleh -
Manager CSR Banyan Tree Bintan, Henry Ali Singer, saat memberikan bantuan kepada nelayan, di Hotel Swiss Bell Kota Palu. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Demi meningkatkan kesejahteraan nelayan terdampak bencan di Sulawesi Tengah (Sulteng), Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) dan Banyan Tree Global Foundation (BTGF) menyalurkan bantuan kepada nelayan korban bencana di Sulteng berupa perahu 15 unit, mesin 15 unit, alat tangkap 30 unit dan alat pengolahan perikanan 10 unit, bertempat di Hotel Swiss Bell Kota Palu, Kamis (05/03/2020).

Manager CSR Bayan Tree Bintan, Henry Ali Singer mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bantuan tahap kedua dari Banyan Foundation, sejak 2018 BTGF sudah memberikan bantuan sesaat setelah gempa dengan fokus kepada emergency sektor social projects, kemudian tahap kedua melanjutkan fokus economy recavery yang bekerjasama dengan Iskindo karena kebetulan sejalan dengan programnya.

“Jadi khususnya tentang seminar nasional ini, saya sangat senang dengan antusiasme yang datang. Ini lebih dari yang kita targetkan dari peserta 100 orang ternyata lebih dari itu,” ujarnya.

Henry mengharapkan, adanya bantuan dari organisasi dan bantuan dari pihak lain yang sudah masuk ke Sulawesi Tengah dapat membangun Sulawesi Tengah secara pulih seperti sedia kala dan bisalebih baik dari sebelumnya.

Banyan Tree Global Foundation kata Henry, bergerak di bidang pariwisata perhotelan, BTGF akan pembangunan masyarakat melalui pariwisata khususnya pariwisata yang berbasis masyarakat.

“BTGF Bintan punya pengalaman bagaimana bekerjasama dengan pemerintah, masyarakat, perguruan tinggi, termasuk media, sebagai konsentrasi kita membangun pariwisata berkelanjutan,” ucapnya.

Ketua Iskindo, Moh Abdi Suhufan, menuturkan, Iskindo sudah ketiga kali menurunkan bantuan, sejak 5 hari setelah bencana, Iskindo membuat ekspedisi finisi di Kota Palu, untuk membawa bantuan dengan kapal finisi yaitu mendatangankan bantuan 70 ton dengan relawan sekitar 40 orang.

“Jadi kita distribusi bantuan saat bencana 28 September 2018, kita buat dapur umum selama 4 hari, ada juga ikan air tawar kita bawa dari Makassar 1 ton, karena habis gempa dan tsunami, orang tidak mau makan ikan laut,” tuturnya.

“Kemudian yang kedua, kita kirim juga penyaluran bantuan alat tangkap ikan kemudian bengkel nelayan di masyarakat Donggala waktu itu, nilai bantuannya sekitar 500 juta,” sambung Abdi.

Dia menjelaskan, kegiatan kali ini yang bekerjasama dengan Banyan Tree Global Foundation (BTGF) untuk pendampingan nelayan di palu dan ibu-ibu serta bantuan perahu.

“Jadi ini program selama 4 bulan dengan 100 orang sasaran, sekitar 4 kelompok yang dibentuk, tujuannya untuk meningkatkan kemampuan nelayan dalam hal pengolahan ikan, kemudian meningkatkan hasil tangkapan ikan karena ada bantuan perahu sekitar 15 unit yang diberikan, kemudian ada pendampingan organisasi dan manajemen supaya mereka bisa mengelola pendapatan dan pengeluaran,” jelasnya.

“Karena kehidupan nelayan itu sangat dinamis, sehingga perlu ada pendampingan, tim fasilitator kita ada 4 bulan secara intensif melakukan pendampingan kelompok nelayan,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *