Inilah Empat Gerbong Partai Yang Bersaing di Pilgub Sulteng

oleh -

Peta politik pemilihan serentak Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2020, kian hari kian terlihat arah dan dukungan partai kepada figur Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sulteng.

Oleh : Mahful Haruna

Sejumlah partai politik di Sulteng, sudah melakukan pemaparan visi – misi calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur untuk menyeleksi para kandidat yang nantinya akan diusung di Pilgub Sulteng tanggal 23 September tahun 2020.

Sejauh ini, sudah enam partai yang menggelar pemaparan visi – misi calon gubernur yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Perindo, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).




Sementara tiga partai masih terlihat adem ayem yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Hanura dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Sedangkan dua partai yakni, Partai NasDem dan Partai Demokrat sudah mengunci diri dan tidak membuka pendaftaran untuk calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur, karena telah menyiapkan kader sendiri untuk diusung maju di Pilgub Sulteng tahun ini.

Dari 11 partai pemilik kursi di DPRD Sulteng, kemungkinan besar hanya ada empat gerbong besar yang akan bersaing ketat di Pilgub Sulteng kali ini yakni Gerbong Partai NasDem, Gerbong Partai Golkar, Gerbong Partai Gerindra dan Gerbong Partai Demokrat.

Dari empat Gerbong itu, dua diantaranya sudah punya figur yakni gerbong NasDem sudah memiliki Rusdy Mastura – Ma’mun Amir dan Gerbong Demokrat yang sudah memiliki Anwar Hafid. Dua gerbong ini, memang tidak membuka pendaftaran Cagub dan Cawagub sehingga langkah politiknya tinggal mencari tambahan kursi agar bisa mengusung pasangan kandidatnya masing – masing.




Sementara dua gerbong lainnya Gerindra dan Golkar, kabarnya juga telah menetapkan pilihan yakni Golkar akan mengusung Nurmawati Dewi Bantilan (NDB) dan Gerindra akan mengusung Hidayat Lamakarate.

Dengan demikian, empat gerbong besar ini harus berupaya melakukan loby – loby politik tingkat dewa agar syarat pendataran ke KPU terpenuhi yakni minimal 9 kursi untuk bisa mengusung pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur.

Dari informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, kabarnya gerbong NasDem sudah mampu mengamankan PDIP dan PPP untuk mengusung pasangan Rusdy Mastura – Ma’mun Amir di Pilgub Sulteng. Jika tidak bertambah lagi, maka total kursi di gerbong ini 14 yang terdiri dari NasDem 7 kursi, PDIP 6 kursi dan PPP 1 kursi.

Gerbong Demokrat bersama calon gubernurnya Anwar Hafid, masih terus melakukan loby – loby politik agar dapat mengusung pasangannya. Anwar Hafid kabarnya lagi “Jatuh Cinta” dengan Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu yang merupakan politisi PAN. Namun di internal PAN sendiri, masih terpecah antara kubu yang mendukung Pasha dan kubu yang mendukung Rusli Dg. Palabbi untuk maju di Pilgub Sulteng.




Demokrat memiliki 4 kursi, sementara PAN memiliki 2 kursi. Jika gerbong ini bersatu, masih kekurangan 3 kursi lagi. Artinya gerbong ini masih harus melakukan loby – loby politik lagi untuk mencari tambahan kursi. Gerilya politik akan menyasar tiga partai lagi yakni PKS 4 kursi, PKB 4 kursi dan Hanura 2 kursi.

Gerbong Gerindra juga tak kalah pusingnya. Gerindra baru memiliki modal 6 kursi, sehingga butuh tambahan 3 kursi lagi untuk bisa mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Gerindra kabarnya hampir pasti mengusung calon Gubernur Hidayat Lamakarate. Namun soal calon wakil Gubernur, Gerindra harus memutar otak agar bisa mengamankan tambahan kursi sekaligus mendapatkan calon wakil gubernur yang diterima oleh koalisi nantinya. Gerilya Gerindra juga tak jauh – jauh dari partai yang saat ini masih adem ayem yakni PKS 4 kursi, PKB 4 kursi dan Hanura 2 kursi.

Gerbong terakhir, Partai Golkar yang saat ini kabarnya akan mengusung Nurmawati Dewi Bantilan (NDB). Golkar dikabarkan tengah menjalin pembicaraan yang serius dengan Partai Perindo yang memiliki 2 kursi. Jika dua partai ini berkoalisi, sudah cukup mengusung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur karena Golkar memiliki 7 kursi dan Perindo 2 kursi, total 9 kursi.




Namun Perindo juga membuat bargening untuk bisa berkoalisi dengan Golkar yakni ketua Wilayah Clemens Efraim Musa diajukan untuk mendampingi Nurmawati Dewi Bantilan. Informasi yang diperoleh dari orang dekat NDB, kabarnya kubu NDB masih terus melakukan komunikasi intensif dengan kubu Hidayat Lamakarate untuk bisa berpasangan.

Jika komunikasi ini membuahkan hasil, maka besar kemungkinan Hidayat Lamakarate akan berpasangan dengan Numawati Dewi Bantilan. Namun keduanya harus berbicara serius soal siapa 01 dan siapa 02.

NDB juga dikabarkan masih menjalin komunikasi dengan Pasha Ungu. Jika komunikasi ini berhasil, maka besar kemungkinan pasangan NDB – Pasha juga bisa terjadi. Namun kemungkinan ini kecil, karena Anwar Hafid akan melakukan segala upaya untuk bisa berpasangan dengan Pasha karena sudah terlanjur “Jatuh Cinta” dengan politisi milenial ini.

Arena tempur dari empat gerbong NasDem, Gerindra, Demokrat dan Golkar saat ini adalah merebut simpati tiga partai yang masih adem ayem yakni PKS, PKB dan Hanura.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *