Inilah 11 Tuntutan Aksi Massa Dengan Menuntut Lurah Donggala Kodi Diganti

oleh -
Kantor Kelurahan Donggala Kodi, kota Palu, disegel dan minta lurahnya diganti oleh aksi massa. FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

PALU, SULTENGNEWS.COM – Koordinator Lapangan (Korlap) yang mewakili suara masyarakat kelurahan Donggala Kodi, menyuarakan 11 tuntutan aksi saat disampaikannya di depan kantor kelurahan Donggala Kodi, diantaranya dengan meminta Lurah Donggala Kodi harus diganti secepatnya oleh Wali Kota Palu.

Korlap Aksi Penyegelan kantor Kelurahan Donggala Kodi Opan, menguraikan beberapa poin penting tuntutan aksi terkait dengan adanya aksi massa yang mendatangi kantor kelurahan dan sekaligus menyegel kantor kelurahan.

Diantaranya ialah yang pertama Pelecehan Lembaga Adat yang beberapa kali persoalan laporan yang dimediasi oleh lembaga adat, akan tetapi ibu lurah malah mengintervensi masalah tersebut dan berpihak pada kelompok tertentu, ini tentunya sangat mengecewakan dan melecehkan lembaga adat kelurahan Donggala kodi (lurah tidak netral dalam melihat persoalan).

Lalu, yang kedua, mengganti secara sepihak Ketua PKK dan pengurus yang telah terpilih secara forum yang telah disahkan di kecamatan dan disepakati melalui Musyawarah oleh warga dan pengurus PKK yang dipimpin rapat pemilihannya pada waktu itu (Ibu Hj. Nawab dan dihadiri oleh ibu lurah). Setelah pengesahan ternyata ibu lurah mengganti secara sepihak.

Kemudian, poin ketiga, melingkari wajah mantan Ketua PKK dan dua orang RT yang pada saat pertemuan kemudian meneruskan ke Kepala Seksi (Kasi) dan mengatakan agar berhati-hati dengan ke tiga orang tersebut. Yang membuat ketidaknyamanan bagi keluarga mereka dan membuat tanda Tanya apa keselahan mereka.

“Poin keempat, mengambil sendiri keputusan, tidak ada transparansi dana sosialisasi kepada RT/RW, lembaga dan masyarakat tentang dana kelurahan 266 juta rupiah. Dan langsung membuatkan berita acara dan kesepakatan sepihak bersama KSM dengan membuat sendiri hasil rapat/notulen,” urainya Opan kepada SultengNews.com, Senin (22/8/2022).

“Poin kelima, mendatangi RT/RW dan masyarakat yang menandatangani petisi/aspirasi dengan menyampaikan akan melaporkan kepada aparat dan pengacara. Padahal petisi tersebut adalah sebagai bentuk protes dan aspirasi masyarakat atas semua pelayanan dan ketidak ramahan ibu lurah kepada pelayanan masyarakat,” sebutnya.

Lalu pada poin keenam Opan menyampaikan, pihaknya juga memprotes ibu lurah yang mempertanyakan dan membedakan posisi Anggota DPRD Kota Palu dan tokoh masyarakat dalam rapat Musrembang yang seharusnya diundang dalam rapat yang kemudian ibu lurah menyampaikan anggota DPRD bukan tokoh masyarakat.

“Ada vidionya beredar yang diviralkan oleh salah seorang RW pada waktu rapat yang membingungkan peserta rapat karena rapat pada waktu itu adalah tentang pembahasan studi tiru,” urainya.

“Selanjutnya, poin ketujuh, mempersulit penandatanganan proposal bantuan masyarakat kita,” katanya menambahkan.

Pada poin kedelapan, pemberian Surat Peringatan 1(SP) kepada RT dan RW secara sepihak yang tidak ada korelasinya sama sekali.

“Karena kami tahu RT adalah mitra pemerintah kelurahan dan diam-diam ibu lurah menyebarkan foto yang diberi SP,” kata Opan.

Untuk poin kesembilan, Opan sampaikan, memotret dan memposting secara diam-diam wajah RT yang melanggar penutupan jalan ke Medsos tanpa sepengetahuan pihak yang bersangkutan yang membuat ketidaknyamanan RT yang bersangkutan.

Pada poin kesepuluh, kurangnya menghadiri acara-acara masyarakat utamanya di Salena Padanjese dan selalu beralasan rapat-rapat terus.

“Menurut kami lurah ini tidak punya jiwa sosial, lebih mementingkan kegiatan pribadi dari pada masyarakatnya,” ujarnya.

Untuk poin kesebelas dari tuntutan aksi ialah melakukan pemotongan honor Satgas dan tidak ada transparansi dalam pembagiannya dan mengeluarkan satgas pancasila yang memprotes hal tersebut dengan menggantikannya sesuai keinginan ibu lurah.

“Ibu lurah selalu menyampaikan bahwa beliau susah digantikan karena masih ada hubungan dengan pemimpin diatas,” jelas Opan kepada SultengNews.com.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.