Ini Tanggapan Ketua DPD NasDem Parimo Terkait Pengunduran Diri Berjamaan Pengurus DPC NasDem Parigi

oleh -
Ketua DPD NasDem Kabupaten Parimo, Sayutin Budianto. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Polemik internal yang menerpa Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, bermuara pada mundurnya pengurus DPC NasDem Parigi secara berjamaah, Rabu (08/09/2021).

Alasan mundurnya sejumlah pengurus DPC NasDem Parigi, karena merasa kecewa dengan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Parimo di bawah kepemimpinan Sayutin Budianto Tongani yang juga merupakan Ketua DPRD Kabupaten Parimo.

Menanggapi masalah itu, Ketua DPD NasDem Parimo, Sayutin Budianto belum memberikan keterangan lebih jauh, karena surat pengunduran diri dari DPC NasDem Parigi belum diterimanya secara langsung.

“Belum bisa saya komentari, Krn belum masuk suratnya kesaya,” ujar Sayutin melalui pesan whatsApp saat dikonfirmasi.

Sayutin juga menerangkan, sampai sekarang pihaknya belum menerima surat tersebut. Dia juga akan melakukan klarifikasi secara langsung kepada Ketua DPC NasDem Parigi.

“Secara resmi kekantor DPD belum masuk,,,,Krn saya harus klarifikasi lgsung ke Ketuanya,” tulis Sayutin.

Bahkan, sebagai upaya untuk menanggapi hal itu, Sayutin akan melakukan konferensi pers.

“Nanti besok (09/09/2021), saya konfrensi pers beserta pengurus DPD (NasDem Parimo),” tutupnya.

Sebelumnya, dalam pemberitaan Mantan Ketua DPC Nasdem Kecamatan Parigi, Moh. Rusli Pakaya menerangkan, mundurnya puluhan pengurus DPC dan DPRt karena kecewa dengan sikap Pengurus DPD Nasdem Parimo, pimpinan dan anggota DPRD dari Fraksi Nasdem Parimo yang tidak memberi perhatian, menjaga komunikasi dengan pengurus di tingkat kecamatan hingga ranting.

“Kami sangat kecewa dengan Pengurus DPD, begitu juga dengan pimpinan dan anggota DPRD parimo dari fraksi Nasdem, sama sekali tidak menjaga komunikasi dan silaturahmi yang baik dengan kami DPC dan DPRt, kalau kita hubungi sulit sekali mereka itu,”terang Rusli.

Menurutnya, sebelum pemilu 2019 komunikasi itu  sangat baik terjalin dengan pimpinan partai ditingkat kabupaten dengan pengurus DPC dan DPRt. Namun setelah pemilu, para pengurus yang juga Ketua DPRD dan aleg-aleg sudah berkomunikasi.

“Setelah habis pileg, kita tidak pernah dihubungi dan untuk komunikasi dengan dorang – dorang itu khususnya ketua DPRD saja sulit sekali. Saat masuk tahapan Pilgub, baru dorang kembali rangkul kita. Mereka sepertinya hanya butuhkan tenaga kita untuk kepentingan nama baik dorang saja. Padahal kita menghubungi mereka untuk kepentingan memperjuangkan aspirasi masyarakat,”ungkapnya kesal.

Rusli menuturkan bahwa partai NasDem adalah partai yang menjadi harapan masyarakat untuk membawa perubahan di Parimo, namun investasi politik yang begitu besar dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Nasdem, tidak dipertanggungjawabkan oleh orang-orang yang diberi amanah untuk memegang jabatan penting.

“Saya ucapkan mohon maaf kepada pak Haji Mat (Ahmad M. Ali, Red) atas keputusan ini, karena untuk apa kita bertahan kalau kondisi organisasi sudah tidak saling menghiraukan seperti ini. Padahal yang kita inginkan aspirasi rakyat di nomor satukan, kita ini kasian tidak mo minta-minta uang, tapi paling tidak hargai upaya kami sebagai bagian yang memenangkan partai Nasdem di Pileg 2019 dan Pilgub 2020,”tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.