Ini Tanggapan Plt Kadis PUPR Parimo Soal Pembangunan Asrama Pantai Timur

oleh -
Dinas PUPR Parigi Moutong (Parimo) saat melakukan pertemuan terkait pembangunan Asrama Mahasiswa Pantai Timur. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Polemik pembangunan Asrama Mahasiswa Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang diduga tidak melibatkan pengurus asrama yang bernaung dalam Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Pantai Timur (PPMTPT) Kabupaten Parimo kini tengah menjadi perbincangan bagi mahasiswa dan pelajar dari Kabupaten Parimo.

Saat dikonfirmasi sultengnews Plt Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Parimo, Rivai, ST.,M.Si memberikan tanggapannya, saat dihubungi, Jumat (06/11/2020).

“Saya sudah sempat tanya adanya pemberitaan bahwa pengurus asrama seakan tidak dilibatkan, namun dari penjelasan Sekretaris Pengurus Asrama Mahasiswa Kabupaten Parimo, Suriaman mengaku sudah menyampaikan undangan itu di group whatsApp mereka,”ujar Kadis PUPR Parimo.

“Kata Sekretaris Asrama mungkin saja Ketua Asrama tidak lihat, tapi kata Sekretaris Pengurus Asrama dia sudah mewakili sebenarnya, dia bilang tidak mungkin semua penghuni kesana, makanya harus ada perwakilan,”sambungnya.

Menurut Rivai, hal-hal seperti ini tidak perlu diperpanjang, karena ada yang merasa tidak dilibatkan, seharusnya fokus terhadap pembangunan Asrama Mahasiswa Kabupaten Parimo atau biasa disebut Asrama Pantai Timur.

“Pernyataan seperti itu hanya orang-orang yang mau dianggap siapa yang berjasa dalam mengurus pembangunan asrama,”ucapnya.

Padahal, kata Rivai, masih ada beberapa proses yang harus diselesaikan utamanya pada tahapan administari.

Dia menerangkan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) saja belum diurus, sebab IMB pengurusannya agak sulit, dan harus ada team ahli pembangunan dari provinsi yang turun dan semuanya itu harus di urus.

“Masih banyak agenda penting yang kita lakukan kedepan, IMB belum ada, keterangan rencana kota juga belum ada, semuanya harus selesai tahun ini, sehingga tahun depan fokus terhadap pembangunan,”terangnya.

Rivai menjelaskan, tahapannya masih ada, dan harus diselesaikan tahun ini, apalagi IMB itu penting karena tidak bisa membangun kalau tidak memiliki IMB.

Dia menyatakan, hal-hal penting seperti itu yang perlu dikawal, jangan hanya masalah kecil begitu harus berkembang jadi merasa tidak dilibatkan jangan sampai persoalan kecil menghambat pembangunan.

Disampaikan, bahwa PUPR Kabupaten Parimo sudah menempuh rambu-rambu peraturan sebagaimana mestinya, karena memang lewat medsos PUPR Kabupaten Parimo yang bicara dari Forum Kerukunan Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Parimo, tapi sebenarnya Sekretaris Pengurus Asrama Pantai Timur ada juga dalam foto tersebut.

“Jadi perwakilan yang hadir kemarin ada tiga orang, dua orang dari Forum Kerukunan Mahasiswa dan Pelajar Kabupaten Parimo dan satu orang dari Asrama Pantai Timur yakni sekretaris pengurus asrama,”ungkapnya

Rivai juga menyebut, bahkan pada saat penancapan papan perencanaan pembangunan dirinya langsung datang ke asrama dan menitip gambar untuk mahasiswa di asrama bisa lihat juga.

“Jika masih ada masukan kami masih terbuka, bagi kami hal-hal kecil seperti ini jangan mengganggu tujuan kita, kan tujuan kita baik untuk membangun asrama,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *