Ini Konsep Rp100 Juta Perdusun Mantan Komisioner KPU Parimo Yang Terpilih Jadi Kades Palasa Tangki

oleh -
Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Haris, S.Pd, M.A.P yang baru-baru ini terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Palasa Tangki. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Setiap pemimpin selalu memiliki strategi dalam pembangunan suatu wilayah, baik di tingkat daerah maupun desa. Seperti halnya yang dilakukan Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Haris, S.Pd, M.A.P yang baru-baru ini terpilih sebagai Kepala Desa (Kades) Palasa Tangki, di Kecamatan Palasa, Kabupaten Parimo.

Dirinya pun menawarkan program Rp100 juta untuk masing-masing dusun yang berada di Desa Palasa Tangki dengan membawa visi utamanya yakni Menjadikan Desa Palasa Tangki Unggul di Segala Bidang Tahun 2026 di Kecamatan Palasa.

“Jadi terkait yang menopang visi misi saya akan menjadikan Desa Palasa Tangki Unggul di Segala Bidang Tahun 2026 di Kecamatan Palasa, agar supaya realisasinya bagus di lapangan. Kan sudah ada Dana Desa (DD) sudah jelas dan alokasi dana desa ada, sehingga untuk Desa Palasa Tangki ini hitungan-hitungan saya di Tahun 2020 ada dana Rp800 juta lebih dana desanya dan kita ini ada 6 dusun,”ujar Haris kepada sultengnews.com, Senin (05/04/2021).

Haris menerangkan, caranya agar Desa Palasa Tangki bisa unggul di segala bidang dalam 5 tahun kerja, tentunya harus ada pembangunan secara merata.

“Wilayah desa itu kan dusun, kalau saya fokus di satu dusun sudah pastilah target untuk satu desa unggul bisa terwujud, maka dari 6 dusun itu saya harus adil dan merata,”ucapnya.

Bagi Haris, salah satu konsep adil dan merata, anggaran DD harus adil dan merata dan minimal Rp 100 juta untuk setiap dusun.

Lebih lanjut, Haris menjelaskan, Rp 100 juta perdusun dalam bentuk program. Sehingga, kata dia, dalam setiap Musrenbang Desa Palasa Tangki, maka perwakilan dusun yang di undang telah membawa progam.

“Dari dusun 1 misalnya dengan tawaran progam dengan nilai Rp 100 juta seperti di peternakan sapi 10 ekor dengan harga Rp 5 juta per ekor jadinya Rp 50 juta,”terangnya.

“Tapi masih ada kurang Rp 50 juta lagi jadi bisa masuk di program yang lain, misalnya perlengkapan untuk ibu-ibu rumah tangga yang bisa dipinjamkan dengan nilai Rp 50 juta sehingga program itu dipastikan dapat direalisasikan,”lanjut Haris.

Begitu pun dengan dusun yang lainnya, Harus menyebut, setiap dusun harus mengusulkan program yang berbeda-beda sehingga semua dusun dapat bergerak.

“Jadi setiap tahun berjalan semua dusun ada kegiatan dengan minimal anggaran Rp 100 juta,”sebutnya.

“Anggaran Rp 100 juta perdusun akan dilaksanakan selama pertahun, dengan anggaran yang disiapkan Rp 100 juta perdusun ada kepastian itu akan terus berjalan di setiap anggaran pertahunnya,”tandasnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *