Ini Jawaban Kasatker BPJN Sulteng Soal Kapan Dibangun Kembali Jembatan Buluri Yang Rusak

oleh -
oleh
Kasatker BPJN II Wilayah Sulawesi Tengah Rismono, dilokasi jembatan Buluri yang rusak. FOTO : Mohammad Rizal/SultengNews.com

PALU, SULTENGNEWS.COM – Jembatan Buluri yang terletak di kelurahan Buluri kecamatan Ulujadi, Kota Palu, rusak dan roboh akibat dari hantaman banjir besar 29 Maret 2023 lalu.

Akibat dari tidak berfungsinya jembatan Buluri hari ini, dari hasil pantauan wartawan SultengNews.com dilokasi, akses jalan yang menghubungkan wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu, Sulawesi Barat, Sulawasi Selatan, ini mengalami kendala dari sisi arus kendaraan.

Terlihat, kendaraan baik roda dua, roda empat (ringan dan berat), melewati sungai dibagian hulu dari jembatan Buluri yang rusak.

Pihak keamanan dari TNI/Polri, instansi teknis, BPJN, serta masyarakat setempat, ikut membantu pelaksanaan jalannya akses kendaraan yang melintasi lewat jalur sungai.

Kasatker BPJN II Wilayah Sulawesi Tengah Rismono, dalam keterangan resminya saat ditemui dilokasi, mengatakan, struktur jembatan Buluri yang dibangun tahun 1972 atau berkisar 51 tahun setelah dibangun, dari hasil survei-survei sebelumnya tidak ada masalah dari sisi struktur bangunannya.

Hanya saja, kata dia, struktur jembatan Buluri mulai mengalami kolaps atau roboh ialah akibat dari hantaman keras dari banjir besar pada tanggal 29 Maret 2023 lalu.

“Jembatan ini dibangun tahun 1972 atau kurang lebih sudah berumur 51 tahun. Terlepas dari itu, kemarin ada pemeliharaan-pemeliharaan yang tetap dilaksanakan. Hanya terjadinya kolaps jembatan ini akibat banjir besar tanggal 29 Maret belum lama ini,” urainya kepada SultengNews.com.

“Bagian pilarnya di hantam air sehingga spooring (tidak keseimbangan), sehingga itulah yang membuat keretakan bagian lantainya. Di bagian tengahnya itu harus kita ganti,” sebutnya.

Kemudian, saat ditanyakan apakah ada rencana untuk membangun atau memperbaiki kembali jembatan Buluri yang rusak ini.

Menurutnya, hal yang paling utama ialah bagaimana menjaga konektivitas untuk pengguna jalan terlebih dahulu saat ini. Setelahnya baru dipikirkan terkait dengan perbaikan kembali jembatan Buluri.

“Kalau ini tentunya agak proses, kita tetap invenstigasi dulu, kita mau dibikin jembatan apa, kondisi investigasi tanahnya cocok pondasi apa, kan gitu. Terus strukturnya apa, kalau desainnya sudah ada baru kita usulkan masalah anggaran, kalau sudah ada baru running,” kata Rismono.

“Intinya yah kalau kita secepatnya, tapi apapun itu tetap BPJN akan koordinasi dengan pusat terlebih dahulu terkait dengan alokasi angggarannya,” tegasnya.ZAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.