Ini Aturan Pelaksanaan Hajatan Pesta Pernikahan dan Pemakaman di Kecamatan Palasa

oleh -
Rapat koordinasi Polsek Tomini, Pemerintah Kecamatan Palasa, Kapus Palasa, dan seluruh kepala desa. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kepolisian Sektor (Polsek) Tomini bersama Pemerintah Kecamatan Palasa, dan Kepala Puskesmas (Kapus) serta seluruh kepala desa kembali menyepakati aturan terbaru dalam pelaksanaan hajatan pesta pernikahan dan pemakaman.

Rapat koordinasi itu dilakukan di ruang rapat Polsek Tomini, Kamis (05/08/2021), dalam rangka penanganan dan penekanan penyebaran COVID-19.

Dalam rapat tersebut disepakati bahwa pelaksanaan hajatan pesta pernikahan dilakukan dengan cara perjamuan. Kemudian, penyajian makanan terhadap undagan tidak diadakan penyiapan dalam bentuk prasmanan, namun dibuat bentuk makanan dalam dos disesuaiakan sajiannya berdasarkan kemampuan pelaksana pesta.

Hiburan dalam hajatan pesta pernikahan tetap diadakan, namun selesai acara pesta tersebut, hiburan juga berhenti.

Selanjutnya, pelaksanaan pesta diberikan waktu tertentu dengan lama 4 jam, baik dibuat pada pagi hari maupun sore hari.

Kapolsek Tomini, Ipda Jusman Bakri mengatakan, kepolisian bersama pemerintah kecamatan dan desa perlu bersinergi memberikan edukasi, pengawasan dalam pelaksanaan protokol kesehatan (prokes).

“Kedepan kita sepakati bahwa satgas COVID-19 kecamatan dan desa harus melakukan pengawasan di acara pesta,”ujarnya.

Lebih lanjut, Jusman menyebut, Satgas COVID Desa akan menjadi pengawas, dan perlu menyiapkan tempat cuci tangan dan lainnya.

“Penyiapan masker dan perlu di kordinasi kepada yang punya hajatan,”sebutnya.

Jusman juga akan melakukan kordinasi kepada Danramil dan Babinkamtibmas untuk melakukan pengawasan.

Selain itu, bagi pelaksana pesta pernikahan, sebelum membuat permohonan pelaksanaan hajatan pesta pernikahan harus menandatangani surat pernyataan untuk menaati keputusan yang telah disepakati bersama. Apabila tidakmenaati,  maka yang hajatan pesta tersebut bersedia dibubarkan.

“Dengan begitu yang punya hajatan punya beban moril dengan surat pernyataan yang diberikan tuan pesta,”tegas Jusman.

Kemudian, Jusman menambahkan, kesepakatan dalam rapat itu bahwa pemakaman akan dilakukan secara prokes COVID-19 jika jenazah terkonfirmasi positif COVID-19.

“Bila ada warga meninggal di Puskesmas dan dilakukan pemeriksaan dinyatakan positif COVID, maka akan dimakamkan secara COVID,” tuturnya.

Sementara dalam pelaksanaan sholat jenazah akan dilakukan di halaman terbuka, namun jenazah dan yang menyolatkan harus berjarak 2 hingga 3 meter.

“Jenazah di turunkan dari mobil ambulans tapi harus dengan jarak minimal 2 atau 3 meter,”tandasnya.

Pemberlakuan aturan ini dilakukan sejak rapat dilakukan pada 5 Agustus sampai 31 Agustus 2021.DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.