Ibrahim Hafid : Usulan Pembangunan Infrastruktur Lebih Banyak Disampaikan Masyarakat Pada Reses

oleh -
Anggota DPRD Sulteng, Ibrahim A Hafid saat reses Desa Lambunu, Kecamatan Bolano-Lambunu. FOTO : IST

PARIMO, SULTENGNEWS.COM – Kegiatan reses merupakan suatu kewajiban bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), baik dilakukan perseorangan maupun berkelompok.

Melalui reses seringkali masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada anggota DPRD serta beragam usulan, seperti infrastruktur, pertanian, perternakan, kesehatan, atau pendidikan dan lainnya.

Salah satu anggota DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Ibrahim A Hafid baru-baru ini melakukan reses di empat kecamatan yaitu di Kecamatan Moutong, Taopa, Bolano, dan Bolano-Lambunu Kabupaten Parimo, mulai 21 Juli sampai 28 Juli 2021.

Ibrahim mengungkapkan, dari keempat kecamatan itu, paling banyak usulan yang disampaikan masyarakat berkaitan dengan pembangunan infrastruktur meliputi perbaikan jalan kantong produksi, jalan pemukiman warga, dan pembangunan drainase.

Bukan hanya itu, bahkan ada juga permintaan perbaikan irigasi karena memang hampir semua irigasi yang ada di Kabupaten Parimo mengalami kerusakan, ucap Ibrahim. Sementara hal itu berkaitan langsung dengan peningkatan dari hasil produksi petani.

“Kewenangan irigasi ini memang terbagi dua, ada yang langsung dari PUPR Kabupaten Parimo dan ada juga dari PUPR Provinsi Sulteng. Tapi yang ingin kami sampaikan agar Pemerintah Daerah dapat menyuarakan ini kepada Pemerintah Pusat soal irigasi karena ini soal kebutuhan ketahanan pangan kita,”ujar Ibrahim kepada sultengnews, Selasa (10/08/2021).

Anggota DPRD Sulteng Dapil Kabupaten Parimo itu juga menyebut, di daerah bajo, Kecamatan Bolano menginginkan budidaya kepiting. Uniknya, budidaya kepiting ini dilakukan di bawah kolong rumah masyarakat setempat.

“Penangkarannya mereka buat di bawa kolong rumah, jadi jenis kepiting yang ingin di budidayakan itu kepiting bakau,”ucapnya.

Sementara di Kecamatan Taopa, masyarakat mengharapkan adanya normalisasi sungai. Sebab, ada lima sampai tujuh desa yang terdampak jika terjadi banjir bandang.

Masyarakat juga mengusulkan agar adanya pembuatan tanggul di bibir sungai, karena kontruksi tanah merupakan tanah berpasir sehingga mudah terjadi erosi.

Selain itu, permasalahan abrasi pantai dan usulan pembuatan drainase juga menjadi bagian penting yang ada di Kecamatan Moutong.

Lebih lanjut, Ibrahim menerangkan, yang terpenting dari empat kecamatan tersebut adalah permasalahan air bersih.

“Air bersih sudah ada sebagian, tapi mereka masih butuh air bersih, karena air disana berwarna kuning dan berlumpur,”pungkasnya.

Semua usulan itu, menurut Ibrahim menjadi catatan panting baginya dan disampaikan dalam setiap pertemuan atau Rapat di DPRD Sulteng. Terlebih lagi, hal itu menjadi perhatian penting karena dirinya meruapakan putra daerah dari Kabupaten Parimo. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.