Ibrahim A.Hafid : Dua Respon Yang Harus Dilakukan Terhadap Korban Kebakaran

oleh -

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pasca Kebakaran yang menghanguskan 385 Rumah dan 1 orang meninggal dunia di Jalan Bubara, Kelurahan Sidoarjo, Kecamatan Baolan, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, pada Minggu (02/02/2020), mendapatkan respon dari salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah.




“Ada dua hal yang perlu direspon pasca kebakaran di Kabupaten Tolitoli, pertama soal kemanusiaan yang sekarang sudah dilakukan oleh berbagai pihak dan kedua melakukan edukasi dan merespon penyebab terjadinya kebakaran,” kata Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Ibrahim A.Hafid saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (04/02/2020).

Ibrahim yang juga Ketua Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem) menyebutkan, Partai Nasdem saat ini sudah membuka posko umum untuk penanganan korban kebakaran.

“Teman-teman Nasdem di Kabupaten Tolitoli diminta bersama-sama bergotongroyong di lokasi kebakaran, karena Nasdem sendiri memiliki program kemanusiaan,”sebutnya.




Ibrahim mengatakan, selaku Anggota Komisi IV di DPRD Provinsi Sulteng, pihaknya akan menyampaikan kepada anggota lainnya yang ada di Komisi IV karena perlunya respon terhadap situasi di Kabupaten Tolitoli.

“Pemerintah Kabupaten Tolitoli, sebagai penanggungjawab utama, tentunya sudah menangani korban kebakaran. Tetapi ini berkaitan dengan bencana dan korban yang cukup besar dari sisi fisik dan materi. Sekitar 385 rumah yang terbakar, saya kira patut menjadi perhatian kita semua baik itu pemerintah kabupaten maupun pemerintah provinsi,” ujarnya.

Ibrahim mengungkapkan, kebutuhan hidup korban sehari-hari perlu segera ditangani.

“Paling tidak makan minumnya harus teratasi, karena mereka yang terkena dampak bencana kebakaran sudah kehilangan harta benda mereka akibat terbakar,”ungkapnya.




Ibrahim pun menambahkan, intansi yang lain juga harus ikut membantu mengindentifikasi kebutuhan berkaitan dengan soal administrasi, misalnya mulai dari KTP sampai Ijazah yang mungkin saja habis terbakar.

“Tidak hanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang harus sigap, tapi juga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain. Apalagi di 385 rumah itu, pasti ada siswa diantaranya. Sementara kita ketahui sekarang ini, siswa yang kelas 3 untuk menuju ujian akhir sekolah, tentu hal ini perlu diantisipasi dan direspon secepatnya oleh Pemerintah Kabupaten maupun Pemerintah Provinsi,” tambahnya.

Ibrahim menuturkan, jika kebakaran soal teknis berkaitan dengan arus listrik atau kelalaian dari rumah penyebab awal ini perlu di antisipasi.

“Saya yakin ini bukan karena unsur kesengajaan. Apabila kebakaran soal teknis kiranya diadakan sosialisasi, berapa lama kabel bisa digunakan dan kapan harus dilakukan pergantian agar untuk mencegah kebakaran,” tuturnya.




“Saya dan kita semua, mewakili dari Partai Nasdem dan DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, merasa prihatin terhadap situasi terhadap masyarakat yang menjadi korban kebakaran, harapannya para korban bisa segera pulih, baik secara moril maupun materil,” tutupnya. DAL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *