IAIN Palu Latih Perempuan di Daerah Rawan Bencana Buat Sabun Cuci

oleh -
Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf Pettalongi MPd menyampaikan sambutan pelatihan dan pembinaan life skill berbasis gender di masa pandemi COVID-19, di Desa Pendere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sabtu. FOTO : IST

PALU, SULTENGNEWS.COM – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu, Provinsi Sulawesi Tengah melatih perempuan di daerah rawan bencana alam, di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, membuat sabun cuci, dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia dan keterampilan perempuan.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun ketahanan ekonomi perempuan di lingkungan rumah tangganya,” ucap Kepala Pusat Studi Gender IAIN Palu, Dr Rustina, di Sigi, Sabtu pada kegiatan pelatihan dan pembinaan life skill berbasis gender di masa pandemi COVID-19, berlangsung di Desa Pandere.

Perempuan, kata Rustina menjadi satu komponen yang paling terdampak saat terjadi bencana alam, di masa tanggap darurat bencana dan pascabencana alam maupun bencana non-alam.

Ketua Darma Wanita IAIN Palu Andi Dara Dewi mengajarkan cara membuat sabun cuci dan sabun mandi, dalam pelatihan dan pembinaan life skill berbasis gender di masa pandemi COVID-19, di Desa Pendere, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sabtu. FOTO :  IST

Salah satu problem atau masalah yang paling mendasar dihadapi komponen perempuan desa di situasi darurat bencana, yakni pemenuhan kebutuhan dasar, yang tidak lepas dari dukungan ekonomi.

Karena itu, sebut dia, penting diberikan pengayaan atau pelatihan bagi komponen perempuan di desa, utamanya di daerah rawan bencana alam, agar perempuan bisa bertahan dalam situasi darurat bencana alam dan non-alam dari sisi ekonomi.

Rustina mengutarakan, dalam kegiatan pelatihan dan pembinaan life skill, pihaknya juga bekerjasama dengan LP2M dan Dharma Wanita IAIN Palu, untuk mengembangkan kapasitas 60 perempuan desa di Kecamatan Gumbasa.

Berkaitan dengan itu, Ketua Dharma Wanita IAIN Palu Andi Dara Dewi mengemukakan pelatihan life skill untuk membangun kemandirian komponen perempuan desa dalam menghadapi situasi yang sulit saat darurat bencana.

“Kita tau bersama bahwa, perempuan menghadapi situasi yang sangat sulit dalam tanggap darurat bencana. Pascaperistiwa 28 September 2018 silam, kita melihat betapa susahnya perempuan-perempuan di daerah rawan bencana bertahan hidup. Hal ini yang kemudian mendorong kami Dharma Wanita IAIN Palu untuk memberikan pelatihan, agar perempuan bisa keluar dari kesulitannya saat darurat bencana,” ungkap Andi Dara Dewi.

Pelatihan life skill berbasis gender, sebut dia, di dalamnya terdapat materi pembuatan sabun cuci dan sabun mandi, yang bahan baku pembuatannya bisa berasal dari potensi yang ada di masing-masing desa.

“Hal ini juga memperhatikan aspek kesehatan dan kehalalan,” sebutnya.

Desa Pandere merupakan salah satu desa binaan IAIN Palu di Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, yang terus diperhatikan masyarakat desanya melalui program pengabdian terhadap masyarakat.

Terkait hal itu Rektor IAIN Palu Prof Dr H Sagaf S Pettalongi MPd mengutarakan program pengabdian terhadap masyarakat, semata-mata untuk masyarakat di desa meliputi komponen perempuan, lansia, anak dan generasi muda.

“Sigi menjadi satu fokus daerah yang menjadi binaan IAIN Palu, seiring dengan IAIN Palu mengembangkan kampusnya di Kabupaten Sigi,” ucap Prof Sagaf, di Sigi.

IAIN Palu, kata Prof Sagaf berkomitmen terus untuk membangun sumber daya manusia dan keterampilan masyarakat di desa binaan lewat berbagai skema program, salah satunya life skill yang terintegrasi dengan berbagai pihak salah satunya dengan pemerintah desa.

“Program-program ini orientasinya agar masyarakat di desa binaan, bisa memiliki keterampilan yang berujung pada pembukaan usaha baru sebagai sumber ekonomi,” ungkap Prof Sagaf.

Atas hal itu, Kepala Desa Pandere Yasin Lahamudi mengucapkan terima kasih kepada IAIN Palu yang telah memilih desa yang dipimpinnya sebagai desa binaan kampus tersebut.

“Kegiatan ini sangat baik, olehnya itu saya menghimbau kepada masyarakat desa yang menjadi peserta agar mengikuti materi dalam pelatihan secara seksama,”ujar Yasin Lahamudi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *