HPA Desak Pemerintah Tutup Tambang Ilegal di Sulteng

oleh -
Tim Basarnas bersama instansi terkait dibantu warga saat melakukan evakuasi korban longsor di tambang Buranga. FOTO : MIFTAHUL AFDAL

PALU, SULTENGNEWS.COM – Pengurus Wilayah Himpunan Pemuda Alkhairaat (HPA) Sulteng, mendesak pemerintah untuk segera menutup Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di Desa Burangan dan Sulteng secara umum.

Ketua PW HPA Sulteng, Dedi Irawan dalam rilis yang dikirim ke redaksi sultengnews.com malam ini mengatakan, pertambangan di Desa Buranga adalah potret buram pertambangan tanpa izin di Sulawesi Tengah. Longsor telah memakan korban jiwa rakyat para pekerja yang tentu jauh dari perlindungan keselamatan kerja, apalagi asuransi keselamatan jiwa.

“Pertanyaannya adalah kenapa ada proses penambangan tanpa izin terus beroperasi tanpa tindakan tegas dari pemerintah dan aparat keamanan yang tentunya mereka yang memiliki kewenangan penuh, Hal ini tentunya yang menjadi benang kusutnya,” ujar Dedi Irawan.

Menurut Dedi, alasan rakyat juga butuh makan adalah cerminan pemerintah dan pihak berwenang menghindar dari tanggung jawab mereka atas musibah besar ini. Padahal cukong-cukong yang telah dapat keuntungan dari usaha penambangan ini, diduga kuat telah ‘main mata’ dengan oknum pemerintah dan pihak keamanan.

“Ini jawaban dari kesan pembiaran proses penambangan tanpa izin dan berbahaya terus terjadi hingga bencana longsor yang merengut nyawa tak bisa dihindarkan,” paparnya.

Padahal lanjutnya, penambangan tanpa izin begitu terbuka seakan mereka memiliki izin pengolahan karena dikelolah secara terbuka dengan menggunakan alat berat dan dilakukan semborono.

Harusnya kata Dedi, pihak keamanan dan pemerintah menertibkan semua aktivitas yang bertentangan dengan  hukum dan perundang-undangan, karena pengabaian atau pembiaran juga melanggar perundangan-undangan sesuai kewenangan.

Proses pembiaran yang menyebabkan bencana dan menelan korban jiwa adalah kelalaian yang berbahaya.

“Karena ini kami Pengurus Wilayah Himpunan Pemuda Alkahiraat menyatakan sikap segera tertibkan semua tambang tanpa izin sebelum menimbulkan bencana alam di pertambangan dan menambah korban yang mungkin bisa mengakibatkan kehilangan nyawa lagi,”

Selanjutnya, meminta Kapolri untuk serius menindak tegas semua pihak yang terlibat tanpa terkecuali dalam proses pembiaran operasi tambang tanpa ada izin legalitas untuk beroperasi.

“Meminta Kapolri untuk menangkap cukong tambang dan menelusuri dana yang mengalir dalam dugaan pembiaran peti beroperasi,” tandasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *