Heboh Kabar Penangkapan Penculik Anak, Polsek Ampibabo “Diserbu” Warga

oleh -

Seorang ibu yang dicurigai sebagai penculik anak saat diamankan di Kantor Polsek Ampibabo. FOTO : ABDUL RIFAI/SULTENGNEWS.COM

PARIGI MOUTONG, SULTENGNEWS.com. Akibat informasi yang ditayangkan oleh akun di facebook melalui siaran langsung yang menuliskan “heboh dengan pencurian anak-anak” serta akun facebook lain yang menyebarkan tentang penangkapan penculik anak, Kantor Polsek Ampibabo ramai “diserbu” yang penasaran untuk melihat ibu yang diamankan itu.




Hal itu diketahi setelah media ini melewati Kantor Polsek Ampibabo yang ramai dihadiri puluhan masyarakat.
Setelah ditelusuri, ternyata Polsek Ampibabo baru saja mengamankan salah seorang warga masyarakat yang mengaku hendak ke Provinsi Gorontalo turun di Desa Siniu dan hampir dihakimi masyarakat setempat karena dicurigai sebagai penculik anak.

Beruntung jajaran Polsek Ampibabo langsung menjebut yang bersangkutan dari Desa Siniu dan membawanya ke Kantor Polsek Ampibabo untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan terjadi kepada ibu tersebut.

Informasi diamankannya ibu itu di Polsek Ampibabo, langsung menyebar luas ke masyarakat di kecamatan Ampibabo. Akibatnya, masyarakat yang penasaran untuk melihat ibu itu, berbondong – bondong mendatangi Polsek Ampibabo untuk melihat langsung ibu yang dicurigai sebagai penculik anak itu.




Dari keterangan yang diperoleh dari beberapa masyarakat yang hadir di Polsek Ampibabo menyebutkan, warga yang dicurigai sebagai penculik anak ini turun dari mobil Avanza di sekitaran Kecamatan Siniu dengan alasan mengambil bunga pepaya. Perempuan paruh baya itu turun dari mobil dan langsung mengambil bunga pepaya.

Melihat gelagatnya yang mencurigakan, warga Desa Siniu langsung bertanya maksud dan tujuannya turun di Desa Siniu. Namun perempuan paruh bayah itu malah balik bertanya kembali “Kenapa kalau saya turun disini,” timpal perempuan itu.

Untuk menghindari amukan warga terhadap perempuan itu, beberapa warga lainnya langsung menghubungi pihak Polsek Ampibabo untuk mengamankan perempuan yang dicurigai penculik anak itu.

Saat dimintai keterangan oleh wartawan sultengnews.com di Polsek Ampibabo, perempuan itu mengaku bernama ELI (54 tahun). Dia berasal dari Desa Dondo Pasar Sore, Kabupaten Tojo Una – Una. Dia naik mobil dari Palu menuju Provinsi Gorontalo untuk menghadiri pernikahan anaknnya disana.

“Saya dari Palu, mau ke molosipat habis pos polisi mau melihat anaku. Anaku disana kawin namanya Rina, kawin dengan Ruli orang Tialo. Saya asli Ampana di Dondo Pasar Sore. Saya bukan pencuri anak pak, saya cuman singga ambil daun pepaya, tapi saya diteriaki penculik anak,” ujarnya.

Sekitar tiga jam di Polsek Ampibabo, barula diketahui bahwa perempuan paruh baya itu adalah orang yang mengalami gangguan jiwa. Hal itu diketahui, setelah ada orang yang mengaku pihak keluarganya datang menjemput ibu itu di Kantor Polsek Ampibabo.




Melihat masa yang takunjung bubar, jajaran polsek Ampibabo akhirnya mengumumkan kepada masyarakat yang hadir untuk kembali kerumanya masing-masing karena hal yang seperti disangkakan dan diisukan masyarakat lewat akun media sosial maupun dari mulut kemulut tidak benar.

Setelah mendengarkan himbauan itu, puluhan warga yang mendatangi Polsek Ampibabo itu akhirnya membubarkan diri satu persatu dan kembali ke rumah masing – masing. Kejadian ini meniadi pelajaran agar tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya melalui akun media sosial. FIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *