Hasil Rapid Test : Kadis Bersama Seluruh Pegawai Dispora dan Peserta Gladi HUT Kota Palu Non Reaktif

oleh -
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Palu, Andi Sumardi meninjukan hasil rapid test dirinya dengan hasil non reaktif. FOTO : ADHY RIFALDY

PALU, SULTENGNEWS.COM – Dinas Pemudaan dan Olahraga ( Dispora ) Kota Palu, melakukan rapid test kepada seluruh pegawai dan para peserta gladi HUT Kota Palu, Sabtu (26/9/2020).

Hasilnya, semua yang menjalani rapid test itu dinyatakan non reaktif.

“Rapid test ini dilakukan, karena ada isu bahwa ada salah seorang staf dispora yang positif covid – 19 ikut dalam gladi HUT Kota Palu pada hari Jumat tanggal 25 itu. Alhamdulilah, hasil rapid test semua non reaktif,” jelas Kepala Dinas Pemudaan dan Olahraga (Dispora) Palu, Andi Sumardi kepada sultengnews.com saat ditemui di kantornya, Sabtu (26/9/2020).

Andi Sumardi menambahkan, saat kegiatan gladi berlangsung pada pukul 10.00 pagi, tidak adanya kabar bahwa ada staf Dispora positif covid – 19, sehingga dia memerintahkan salah seorang Kepala Bidangnya (Kabid) untuk mewakili dirinya mengikuti gladi HUT Kota Palu, sebab dirinya lagi mengatur kegiatan senam di Kantor Dispora Palu.

“Namun pada Jumat malam, muncul isu bahwa staf yang mewakili kadis di acara gladi HUT Kota Palu positif covid – 19, karena suaminya juga sudah dinyatakan positif covid-19 sebelumnya. Isu inilah yang membuat saya meminta untuk semua staf dan peserta gladi untuk rapid test. Hasilnya, Alhamdulilah non reaktif semua,” terang Andi Sumardi.

Andi Sumardi mengaku sangat kesal, karena salah seorang staf inisial R yang positif covid-19 itu disampaikan ikut juga dalam kegiatan senam di Dispora Palu, sehingga membuat geger semua pegawai Dispora. Padahal, yang bersangkutan langsung menjalani karantina setelah kembali dari acara gladi HUT saat mewakili kadis di acara itu.

“Saya kesal, kenapa harus disebarkan isu bahwa ibu itu ikut berjoget-joget di Dispora. Ini mencemarkan nama baik dari Dispora Kota Palu dan nama saya selaku Kadis Dispora Kota Palu,” kesalnya.

Andi Sumardi menjelaskan, yang sebenarnya adalah setelah dari kegiatan gladi, staf inisial R yang mewakili kadis di kegiatan gladi itu, dihubungi oleh suaminya karena kurang sehat untuk dijemput dibawa kerumah sakit (RS). Setelah di tes rapid, ternyata suaminya reaktif dan staf berinisial R juga ikut di tes rapid dan hasilnya juga reaktif, sehingga langsung menjalani karantinan dan mendapat perawatan dari pihak rumah sakit.

“Saya bersama beberapa pegawai lainnya, menghubungi ibu berinisial R melalui Video Call (Vc) untuk menanyai kabarnya. Alhamdulilah beliau terlihat sehat- sehat dan akan dites rapid kedua kalinya untuk melihat dan untuk menyakinkan bahwa ibu R ini benar positif atau tidak,” tandas Andi Sumardi. RDL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *