Hasil Rapid Test, 17 Lagi Warga Buol Postif dan Satu PDP Terkonfirmasi Virus Corona

oleh -
Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf, S.POG, M.Si

PALU, SULTENGNEWS.COM – Kabar kurang baik datang lagi dari Kabupaten Buol, karena 17 warganya positif lagi terjangkit virus setelah dilakukan rapid test oleh petugas kesehatan Kabupaten Buol.

Hal itu disampaikan langsung Bupati Buol, dr. Amirudin Rauf, S.POG, M.Si melalui vidio yang dikirim di akun facebook Dikominfo Buol, Jumat (17/8/2020).

Dalam penjelasannya, Bupati Buol mengatakan 17 orang yang positif terjangkit virus ini, adalah hasil tracking dari 30 orang yang dilakukan pelacakan di Kecamatan Biau pada Jumat hari ini (17/4/2020).

Sebelumnya, hasil rapid test dari 35 orang di Kecamatan Gadung dan Kecamatan Palele Barat ditemukan 20 orang positif terjangkit virus.

“Dari 35 orang yang dilakukan rapid test, 20 positif. Tadi (Hari Ini) dilakukan lagi tracking 30 orang di Kecamatan Biau. Hasil rapid test 17 diantaranya positif,” ujar Bupati Buol.

Dengan demikian, dari jumlah yang sudah dilakukan rapid test, sudah 37 orang positif terjangkit virus. Namun untuk memastikan apakah itu virus corona atau tidak, masih harus menunggu hasil swab lab yang akan dikirim ke Laboratorium Kemenkes dulu. Jika swabnya sudah keluar, barulah bisa dipastikan apakah semua rapid test positif itu, terjangkit virus corona atau tidak.

Bupati mengatakan, saat ini total ODP Buol sudah 40 orang atau tertinggi di Sulteng. Sedangkan satu PDP yang tengah dirawat di rumah sakit Buol, hari ini juga keluar hasil swab nya terkonfirmasi positif virus corona.

Dengan gambaran itu, bupati sangat merasa prihatin, sehingga atas nama pimpinan di Buol bupati meminta agar semua pihak sama – sama melawan penyebaran virus corona atau covid 19 di Kabupaten Buol.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol sudah melakukan berbagai upaya mengeluarkan kebijakan untuk memutus penyebaran covid 19 di Buol seperti penutupan jalan untuk membatasi orang masuk ke Buol, namun tetap saja ada yang memaksa masuk ke Buol.

“Dari data yang ada mulai ODP, PDP dan positif adalah semua warga yang baru datang dari luar Buol atau yang melakukan perjalanan ke luar daerah. Itu artinya, covid ini dibawa masuk oleh orang yang datang dari luar Buol,” terang orang nomor satu di Buol ini.

Bupati juga mengatakan, berdasarkan data hampir 7.000 orang masuk ke Buol sejak covid 19 mulai masuk di Indonesia.
Dari jumlah itu, baru sekitar 3.300 orang yang terpantau. Dari jumlah yang terpantau itu, baru sekitar 200 orang yang sudah menjalani rapid test, sehingga Pemda Buol sangat kesulitan, sebab alat rapid test itu sangat langkah di dapatkan.

“Kita ingin sekali beli alat rapid test itu, tapi kita tidak tau mau beli dimana. Kita hanya mendapatkan jatah dari Pemerintah Provinsi, sehingga yang efektif kita lakukan adalah tindakan preventif,” ujar mantan Direktur RS Undata ini.

Olehnya, bupati menghimbau kepada semua warga Buol yang saat ini sedang berada di luar daerah agar tidak usah lembali dulu ke Kabupaten Buol hingga covid 19 ini sudah redah.

“Jika kamu sayang sama saudaramu yang ada di Buol, batalkan atau tunda dulu ke Buol, karena sangat berpotensi membawa virus corona di Buol. Apalagi yang barasal dari daerah zona merah corona. Sebab tidak ada yang bisa menjamin, bahwa yang datang tidak kena virus,” jelas bupati.

Bupati dangat memahami dalam suasana ramadan dan idul fitri nanti, semua ingin berkumpul dengan saudara dan keluarga. Namun dalam kondisi dan situasi seperti saat ini, sepertinya belum memungkinkan untuk bisa berkumpul dengan saudara dan keluarga.

“Saya memahami dalam suasana ramadan dan idul fitri nanti ingin berkumpul. Tapi kondudi tidak memungkinkan melaksansjan hal itu. Kalau dipaksakan, akan membawa dampak yang lebih besar,” tegas bupati.

Bupati mengaku sudah merancang program aksi untuk mematahkan atau memutuskan mata rantai penyebaran covid 19 di Buol. Tim kesehatan dari gugus tugas akan turun ke desa – desa hingga ke tingkat RT/RW untuk memeriksa setiap yang datang dari luar dan selanjutnya melakukan karantina mandiri.

“Sangat menyedihkan, masih banyak masyarakat yang kurang mengindahkan himbauan dari pemerintah. Kalau hari ini kita rengking teratas dicurigai covid 19, itu bukan sesuatu yang membsnggakan. Sebab, Kabupaten Tolitoli hingga saat ini belum ada terkonfirmasi positif corona. PDP saja baru 5 orang. Kenapa, karena pemerintahan disana mendapat dukungan dari madyarakatnya,” imbuhnya.

Olehnya, Bupati Buol menghimbau agar semua masyarakat harus tolong menolong membantu pemerintah dengan cara mendukunh upaya yang dilakuka aparat agar semangat mereka tidak kendor, karena pertahanan terakhir adalah pemetintah. Kalau pemerintah ini bobol akan merugikan semua pihak.

“Atas nama pemerintah, saya minta semua warga untuk berhenti masuk ke Buol. Jika badai ini berlalu, mari kita berkumpul kembali,” katanya. FUL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *